(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Budidaya Bandeng Laut Premium: Dari Benih Hingga Menjadi Bandeng Bernilai Tinggi

Admin distankan | 21 Agustus 2026 | 875 kali

Galih Dandung Akbar Gumala, S.Pi

Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama

Bandeng merupakan salah satu ikan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan ini mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari bandeng goreng, pepes, pindang, hingga bandeng tanpa duri.

Kini, bandeng juga dikembangkan melalui budidaya di laut menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). Di Kabupaten Buleleng, pengembangan bandeng laut premium telah dilakukan di wilayah pesisir Kecamatan Gerokgak, termasuk Desa Sumberkima dan Desa Sumberklampok. Bahkan, bandeng laut hasil budidaya di wilayah tersebut telah memasuki tahap panen dan pengembangan pasar.

Apa Keunggulan Bandeng yang Dibudidayakan di Laut?

Bandeng yang dipelihara di laut memiliki lingkungan hidup yang berbeda dengan bandeng yang dibudidayakan di tambak.

Pada KJA, ikan berada di dalam jaring yang ditempatkan di perairan laut dan tidak bersentuhan langsung dengan dasar tambak berlumpur. Kondisi ini menjadi salah satu keunggulan karena dapat mengurangi risiko munculnya bau atau rasa tanah pada ikan.

Sekilas tentang bau tanah pada ikan

Bau atau rasa tanah pada ikan disebut off-flavour. Salah satu penyebabnya adalah senyawa geosmin dan 2-MIB yang dapat dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu di perairan, antara lain Cyanobacteria, Actinobacteria seperti Streptomyces, dan Myxobacteria.

Sederhananya, jika kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan mikroorganisme tersebut, senyawa penyebab bau tanah dapat terbentuk dan terserap oleh ikan.

Budidaya di laut menggunakan KJA memiliki lingkungan yang berbeda karena ikan berada di perairan terbuka dan tidak bersentuhan langsung dengan dasar tambak.

Bandeng, Lauk yang Baik untuk Keluarga

Keunggulan bandeng bukan hanya dari cara budidayanya. Daging bandeng juga memiliki kandungan gizi yang baik.

Penelitian pada bandeng budidaya menunjukkan bahwa daging bandeng mengandung protein, berbagai asam amino, serta lemak tidak jenuh. Bahkan, penelitian tersebut menemukan bahwa hampir setengah dari asam amino yang dianalisis merupakan asam amino esensial.

Bandeng dapat menjadi salah satu pilihan lauk yang mudah dikonsumsi anak. Dagingnya dapat diolah menjadi berbagai menu, seperti bandeng tanpa duri, pepes, sup, atau olahan lainnya.

Selain protein, ikan juga mengandung lemak tidak jenuh yang dibutuhkan tubuh. Beberapa jenis lemak omega-3, termasuk DHA, berperan dalam perkembangan dan fungsi otak.

Karena itu, memasukkan ikan ke dalam menu makanan anak dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi yang penting selama masa pertumbuhan.

Mengapa Bandeng Laut Buleleng Menarik?

Buleleng memiliki wilayah pesisir yang menjadi salah satu kawasan pengembangan budidaya laut. Teluk Pegametan dan Teluk Penerusan, misalnya, telah lama dikenal sebagai kawasan budidaya menggunakan KJA.

Pengembangan bandeng laut premium memberikan peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas bandeng di daerah. Masyarakat tidak hanya menghasilkan benih, tetapi juga dapat mengembangkan usaha hingga tahap pembesaran dan menghasilkan ikan konsumsi.

Di wilayah Gerokgak, pengembangan bandeng premium bahkan telah diarahkan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat pesisir dan produk perikanan bernilai tambah.

Dengan target ukuran 300 gram per ekor atau lebih, bandeng laut premium Buleleng dapat menawarkan produk dengan ukuran yang menarik, lingkungan budidaya laut, serta kandungan gizi yang baik.

Pada akhirnya, keunggulan bandeng laut bukan hanya tentang bagaimana ikan tersebut dibudidayakan, tetapi juga tentang bagaimana hasil budidaya tersebut dapat memberikan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi pembudidaya di Buleleng.

Daftar Pustaka

  1. Azis, R., kukuh, N., Ridwan A. dan triheru P. 2015. Growth of off-flavours-caused phytoplankton in milkfish culture fertilized with different N:P. Jurnal Akuakultur Indonesia, 14(1), 58 - 68.
  2. Hidayah, N., Rohman A., Mustafidah M. dan Irnawati. 2022. Physicochemical characterization and fatty acid profiles of fish oil from milkfish (Chanos chanos F.) Food Research. 6 (2) : 265 - 270.

Murthy, L. N., Arun P. P., Madhusudana R., Asha K. K., D. Jesmi M. M. Prasad dan C. N. Ravishankar. 2016. Nutritional Profile and Heavy Metal Content of Cultured Milkfish (Chanos chanos). Fishery Technology. 53(3), 24 - 249.