Galih Dandung Akbar
Gumala, S.Pi
Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama
Bandeng
merupakan salah satu ikan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Ikan ini mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari bandeng
goreng, pepes, pindang, hingga bandeng tanpa duri.
Kini, bandeng juga dikembangkan melalui budidaya di laut menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). Di Kabupaten Buleleng, pengembangan bandeng laut premium telah dilakukan di wilayah pesisir Kecamatan Gerokgak, termasuk Desa Sumberkima dan Desa Sumberklampok. Bahkan, bandeng laut hasil budidaya di wilayah tersebut telah memasuki tahap panen dan pengembangan pasar.
Apa
Keunggulan Bandeng yang Dibudidayakan di Laut?
Bandeng yang
dipelihara di laut memiliki lingkungan hidup yang berbeda dengan bandeng yang
dibudidayakan di tambak.
Pada KJA, ikan
berada di dalam jaring yang ditempatkan di perairan laut dan tidak bersentuhan
langsung dengan dasar tambak berlumpur. Kondisi ini menjadi salah satu
keunggulan karena dapat mengurangi risiko munculnya bau atau rasa tanah pada
ikan.
Sekilas
tentang bau tanah pada ikan
Bau atau rasa
tanah pada ikan disebut off-flavour. Salah satu penyebabnya adalah
senyawa geosmin dan 2-MIB yang dapat dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu di
perairan, antara lain Cyanobacteria, Actinobacteria seperti Streptomyces,
dan Myxobacteria.
Sederhananya,
jika kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan mikroorganisme tersebut, senyawa
penyebab bau tanah dapat terbentuk dan terserap oleh ikan.
Budidaya di laut
menggunakan KJA memiliki lingkungan yang berbeda karena ikan berada di perairan
terbuka dan tidak bersentuhan langsung dengan dasar tambak.
Bandeng, Lauk
yang Baik untuk Keluarga
Keunggulan
bandeng bukan hanya dari cara budidayanya. Daging bandeng juga memiliki
kandungan gizi yang baik.
Penelitian pada
bandeng budidaya menunjukkan bahwa daging bandeng mengandung protein, berbagai
asam amino, serta lemak tidak jenuh. Bahkan, penelitian tersebut menemukan
bahwa hampir setengah dari asam amino yang dianalisis merupakan asam amino
esensial.
Bandeng dapat
menjadi salah satu pilihan lauk yang mudah dikonsumsi anak. Dagingnya dapat
diolah menjadi berbagai menu, seperti bandeng tanpa duri, pepes, sup, atau
olahan lainnya.
Selain protein,
ikan juga mengandung lemak tidak jenuh yang dibutuhkan tubuh. Beberapa jenis
lemak omega-3, termasuk DHA, berperan dalam perkembangan dan fungsi otak.
Karena itu,
memasukkan ikan ke dalam menu makanan anak dapat membantu memenuhi kebutuhan
zat gizi yang penting selama masa pertumbuhan.
Mengapa
Bandeng Laut Buleleng Menarik?
Buleleng
memiliki wilayah pesisir yang menjadi salah satu kawasan pengembangan budidaya
laut. Teluk Pegametan dan Teluk Penerusan, misalnya, telah lama dikenal sebagai
kawasan budidaya menggunakan KJA.
Pengembangan
bandeng laut premium memberikan peluang untuk meningkatkan nilai tambah
komoditas bandeng di daerah. Masyarakat tidak hanya menghasilkan benih, tetapi
juga dapat mengembangkan usaha hingga tahap pembesaran dan menghasilkan ikan
konsumsi.
Di wilayah
Gerokgak, pengembangan bandeng premium bahkan telah diarahkan menjadi bagian
dari pengembangan ekonomi masyarakat pesisir dan produk perikanan bernilai
tambah.
Dengan target
ukuran 300 gram per ekor atau lebih, bandeng laut premium Buleleng dapat
menawarkan produk dengan ukuran yang menarik, lingkungan budidaya laut, serta
kandungan gizi yang baik.
Pada akhirnya, keunggulan bandeng laut bukan hanya tentang bagaimana ikan tersebut dibudidayakan, tetapi juga tentang bagaimana hasil budidaya tersebut dapat memberikan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi pembudidaya di Buleleng.
Daftar
Pustaka
Murthy, L. N., Arun P. P., Madhusudana R., Asha K. K., D. Jesmi M. M. Prasad dan C. N. Ravishankar. 2016. Nutritional Profile and Heavy Metal Content of Cultured Milkfish (Chanos chanos). Fishery Technology. 53(3), 24 - 249.