(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Dua Manfaat dalam Satu Aplikasi: Trichokompos sebagai Pupuk dan Agen Hayati Cengkeh

Admin distankan | 22 Juni 2026 | 43 kali

oleh : Ni Putu Eka Handayani, S.P

POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada

 

Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan, namun produktivitas tanaman cengkeh sering menghadapi berbagai kendala, mulai dari penurunan kesuburan tanah hingga serangan penyakit jamuar akar putih. Salah satu inovasi yang dapat  diterapkan adalah penggunaan trichokompos. Trichokompos merupakan pupuk organik yang diperkaya dengan jamur antagonis Trichoderma. Kehadiran Trichoderma menjadikan trichokompos memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai sumber unsur hara dan sebagai agen hayati pengendali penyakit. Karena itu, trichokompos sering disebut sebagai solusi "dua manfaat dalam satu aplikasi".

 

Trichokompos sebagai Pupuk Organik dan Agen Hayati

1.      Sebagai pupuk organik, trichokompos mengandung bahan organik yang telah mengalami proses dekomposisi sehingga mudah diserap oleh tanaman. Penggunaan trichokompos secara rutin dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air serta unsur hara.

Beberapa manfaat trichokompos sebagai pupuk antara lain:

1. Menambah unsur hara makro dan mikro.

2. Memperbaiki struktur dan aerasi tanah.

3. Meningkatkan kapasitas tanah menahan air.

4. Merangsang pertumbuhan akar dan tajuk tanaman.

5. Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen


1.      Keunggulan utama trichokompos dibandingkan kompos biasa adalah adanya trichoderma yang berfungsi sebagai agen hayati. Mikroorganisme ini mampu berkembang di sekitar perakaran tanaman dan bersaing dengan jamur patogen yang menyebabkan berbagai penyakit tular tanah salah satunya adalah jamur akar putih pada tanaman cengkeh

Trichoderma bekerja melalui beberapa mekanisme, yaitu:

·         Menghambat pertumbuhan jamur patogen melalui kompetisi ruang dan nutrisi.

·         Menghasilkan senyawa antibiotik yang menekan perkembangan patogen.

·         Menguraikan dinding sel jamur penyebab penyakit.

·         Merangsang ketahanan alami tanaman terhadap serangan penyakit, ( Harman, Gary E, 2006)

Cara Membuat Trichokompos

Trichokompos adalah kompos yang diperkaya dengan jamur trichoderma, sehingga berfungsi sebagai pupuk organik sekaligus agen hayati untuk menekan berbagai penyakit tular tanah.

Alat dan Bahan yang Diperlukan

  • 50 kg kotoran ternak matang (sudah fermentasi)
  • 250 gram biakan Trichoderma
  • Air secukupnya
  • 100 ml molase atau gula merah cair (opsional untuk mempercepat fermentasi)
  • Terpal atau alas

Langkah-Langkah Pembuatan

1.      Pencampuran bahan

Siapkan pupuk kompos yang sudah fermentasi tambahkan trichoderma secara merata pada setiap lapisan bahan sambil diaduk hingga kelembapannya mencapai sekitar 50–60%.

Cara sederhana mengecek kelembapan:

·     Genggam campuran bahan.

·     Jika terasa lembap dan tidak meneteskan air, kondisi sudah ideal.

2.      Fermentasi

Tutup tumpukan menggunakan terpal atau karung goni untuk menjaga kelembapan. Simpan di tempat teduh yang terlindung dari hujan langsung.

3.      Pematangan Kompos

Setelah 2 minggu (tergantung bahan dan kondisi lingkungan), kompos akan matang dengan ciri-ciri:

·         Warna cokelat kehitaman serta kehijauan

·         Tekstur remah.

·         Tidak berbau menyengat.

·         Suhu mendekati suhu lingkungan.

Cara Aplikasi pada Tanaman Cengkeh

Untuk tanaman cengkeh, trichokompos dapat diberikan dengan cara menaburkannya di sekitar perakaran atau pada area bawah tajuk tanaman.

Dosis umum:

·         Tanaman muda: 2–5 kg per tanaman.

·         Tanaman produktif: 10–20 kg per tanaman.

·         Tanaman yang menunjukkan gejala penyakit akar dapat diberikan dosis lebih tinggi sesuai kondisi lapangan.

Aplikasi sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan atau saat kelembapan tanah cukup agar Trichoderma dapat berkembang dengan baik.

 

Daftar Pustaka

Harman, Gary E.. 2006. Overview of Mechanisms and Uses of Trichoderma spp. Phytopathology, 96(2): 190–194.