oleh : Ni Putu Eka
Handayani, S.P
POPT Ahli
Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada
Cengkeh
merupakan salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang banyak
dibudidayakan, namun produktivitas tanaman cengkeh sering menghadapi berbagai
kendala, mulai dari penurunan kesuburan tanah hingga serangan penyakit jamuar
akar putih. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah penggunaan trichokompos. Trichokompos
merupakan pupuk organik yang diperkaya dengan jamur antagonis Trichoderma.
Kehadiran Trichoderma menjadikan trichokompos memiliki fungsi ganda, yaitu
sebagai sumber unsur hara dan sebagai agen hayati pengendali penyakit. Karena
itu, trichokompos sering disebut sebagai solusi "dua manfaat dalam satu
aplikasi".
Trichokompos
sebagai Pupuk Organik dan Agen Hayati
1. Sebagai
pupuk organik, trichokompos mengandung bahan organik yang telah mengalami
proses dekomposisi sehingga mudah diserap oleh tanaman. Penggunaan trichokompos
secara rutin dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki
struktur tanah, dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air serta
unsur hara.
Beberapa manfaat trichokompos sebagai pupuk antara lain:
1. Menambah unsur hara makro dan mikro.
2. Memperbaiki struktur dan aerasi tanah.
3. Meningkatkan
kapasitas tanah menahan air.
4. Merangsang pertumbuhan akar dan tajuk tanaman.
5. Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen
1. Keunggulan
utama trichokompos dibandingkan kompos biasa adalah adanya trichoderma yang
berfungsi sebagai agen hayati. Mikroorganisme ini mampu berkembang di sekitar
perakaran tanaman dan bersaing dengan jamur patogen yang menyebabkan berbagai
penyakit tular tanah salah satunya adalah jamur akar putih pada tanaman cengkeh
Trichoderma bekerja
melalui beberapa mekanisme, yaitu:
·
Menghambat
pertumbuhan jamur patogen melalui kompetisi ruang dan nutrisi.
·
Menghasilkan
senyawa antibiotik yang menekan perkembangan patogen.
·
Menguraikan
dinding sel jamur penyebab penyakit.
·
Merangsang
ketahanan alami tanaman terhadap serangan penyakit, ( Harman, Gary E, 2006)
Cara Membuat Trichokompos
Trichokompos adalah kompos
yang diperkaya dengan jamur trichoderma, sehingga berfungsi sebagai pupuk organik
sekaligus agen hayati untuk menekan berbagai penyakit tular tanah.
Alat dan Bahan yang
Diperlukan
Langkah-Langkah Pembuatan
1.
Pencampuran
bahan
Siapkan pupuk
kompos yang sudah fermentasi tambahkan trichoderma secara merata pada
setiap lapisan bahan sambil diaduk hingga kelembapannya mencapai sekitar
50–60%.
Cara sederhana
mengecek kelembapan:
·
Genggam
campuran bahan.
·
Jika
terasa lembap dan tidak meneteskan air, kondisi sudah ideal.
2.
Fermentasi
Tutup tumpukan menggunakan terpal atau karung goni
untuk menjaga kelembapan. Simpan di tempat teduh yang terlindung dari hujan
langsung.
3.
Pematangan
Kompos
Setelah 2 minggu (tergantung bahan dan kondisi
lingkungan), kompos akan matang dengan ciri-ciri:
·
Warna
cokelat kehitaman serta kehijauan
·
Tekstur
remah.
·
Tidak
berbau menyengat.
·
Suhu
mendekati suhu lingkungan.
Cara Aplikasi pada Tanaman
Cengkeh
Untuk tanaman cengkeh,
trichokompos dapat diberikan dengan cara menaburkannya di sekitar perakaran
atau pada area bawah tajuk tanaman.
Dosis umum:
·
Tanaman
muda: 2–5 kg per tanaman.
·
Tanaman
produktif: 10–20 kg per tanaman.
·
Tanaman
yang menunjukkan gejala penyakit akar dapat diberikan dosis lebih tinggi sesuai
kondisi lapangan.
Aplikasi sebaiknya dilakukan
pada awal musim hujan atau saat kelembapan tanah cukup agar Trichoderma dapat
berkembang dengan baik.
Daftar
Pustaka
Harman, Gary E.. 2006. Overview of
Mechanisms and Uses of Trichoderma spp. Phytopathology, 96(2): 190–194.