(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

SAAT EL NINO MENGANCAM, RJIT MENJADI SOLUSI BAGI PETANI DESA PATEMON

Admin distankan | 07 September 2026 | 20 kali

I Wayan Sudiarta, S.P.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Busungbiu


Perbaikan Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang memadai. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, keberadaan jaringan irigasi yang baik menjadi kebutuhan mendesak bagi petani, khususnya di wilayah yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau panjang atau fenomena El Niño.

 

Salah satu penerima bantuan RJIT dari Kementerian Pertanian adalah Subak Patemon Kajanan yang berlokasi di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Subak ini memiliki luas hamparan sawah mencapai 45,13 hektare dan menjadi sumber penghidupan utama bagi para petani di wilayah tersebut. Melalui program RJIT Tahun 2026, Subak Patemon Kajanan memperoleh bantuan perbaikan jaringan irigasi tersier sepanjang 380 meter dengan nilai bantuan sebesar Rp100.000.000.

 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode swakelola oleh petani. Melalui pola ini, petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pekerjaan. Selain meningkatkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun, metode swakelola juga mampu memberdayakan petani dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

 

Keberadaan RJIT ini sangat penting untuk mendukung pengairan sekitar 10 hektare lahan sawah yang selama ini mengalami kendala distribusi air akibat kondisi saluran yang belum permanen. Sebelum dilakukan perbaikan, sebagian jaringan irigasi tersier mengalami kebocoran dan kerusakan sehingga menyebabkan kehilangan air cukup besar selama proses penyaluran ke petak-petak sawah. Kondisi tersebut menjadi semakin berat ketika wilayah Kecamatan Seririt menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya saat terjadi fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air irigasi.

 

Melalui pembangunan saluran irigasi yang lebih permanen, kehilangan air akibat rembesan dan kebocoran dapat ditekan secara signifikan. Air irigasi dapat disalurkan dengan lebih efisien dan merata hingga ke lahan pertanian yang membutuhkan. Dengan demikian, petani memiliki kepastian ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta menjaga produktivitas pertanian sepanjang musim tanam.

 

Kelian Subak Patemon Kajanan, I Ketut Sujana, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, pembangunan RJIT merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi petani di Subak Patemon Kajanan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan RJIT yang diberikan kepada Subak Patemon Kajanan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani karena selama ini kami menghadapi masalah kehilangan air akibat saluran irigasi yang belum permanen. Ketika musim kemarau panjang dan fenomena El Niño terjadi, banyak petani mengalami kesulitan mendapatkan air. Dengan adanya perbaikan jaringan irigasi ini, kami berharap distribusi air menjadi lebih lancar, efisien, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha tani di wilayah kami," ujar I Ketut Sujana.

 

Program RJIT tidak hanya berfungsi sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan bagian dari strategi adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim. Infrastruktur irigasi yang baik akan meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

 

Dengan selesainya perbaikan jaringan irigasi tersier di Subak Patemon Kajanan, diharapkan para petani dapat memperoleh manfaat yang berkelanjutan melalui peningkatan ketersediaan air, stabilitas produksi padi, dan peningkatan kesejahteraan petani. Keberhasilan program ini juga menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan petani mampu menghasilkan infrastruktur pertanian yang bermanfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.

Artikel ini dapat disesuaikan lagi menjadi format berita koran, artikel website Dinas Pertanian, atau laporan resmi kegiatan RJIT dengan bahasa yang lebih formal.

 

Daftar Pustaka

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2024. Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Jakarta: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2023. Strategi Adaptasi Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian. Jakarta: Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian.