I Wayan Sudiarta, S.P.
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli
Pertama
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Busungbiu
Perbaikan Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) merupakan
salah satu upaya strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi
pertanian melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang memadai. Di tengah
tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, keberadaan jaringan irigasi yang
baik menjadi kebutuhan mendesak bagi petani, khususnya di wilayah yang rentan
mengalami kekeringan saat musim kemarau panjang atau fenomena El Niño.
Salah satu penerima bantuan RJIT dari Kementerian
Pertanian adalah Subak Patemon Kajanan yang berlokasi di Desa Patemon, Kecamatan
Seririt, Kabupaten Buleleng. Subak ini memiliki luas hamparan sawah mencapai
45,13 hektare dan menjadi sumber penghidupan utama bagi para petani di wilayah
tersebut. Melalui program RJIT Tahun 2026, Subak Patemon Kajanan memperoleh
bantuan perbaikan jaringan irigasi tersier sepanjang 380 meter dengan nilai
bantuan sebesar Rp100.000.000.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode swakelola
oleh petani. Melalui pola ini, petani tidak hanya menjadi penerima manfaat,
tetapi juga berperan aktif dalam proses pembangunan mulai dari perencanaan,
pelaksanaan hingga pengawasan pekerjaan. Selain meningkatkan rasa memiliki
terhadap infrastruktur yang dibangun, metode swakelola juga mampu memberdayakan
petani dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.
Keberadaan RJIT ini sangat penting untuk mendukung
pengairan sekitar 10 hektare lahan sawah yang selama ini mengalami kendala
distribusi air akibat kondisi saluran yang belum permanen. Sebelum dilakukan
perbaikan, sebagian jaringan irigasi tersier mengalami kebocoran dan kerusakan
sehingga menyebabkan kehilangan air cukup besar selama proses penyaluran ke
petak-petak sawah. Kondisi tersebut menjadi semakin berat ketika wilayah
Kecamatan Seririt menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya saat terjadi fenomena
El Niño yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air irigasi.
Melalui pembangunan saluran irigasi yang lebih
permanen, kehilangan air akibat rembesan dan kebocoran dapat ditekan secara
signifikan. Air irigasi dapat disalurkan dengan lebih efisien dan merata hingga
ke lahan pertanian yang membutuhkan. Dengan demikian, petani memiliki kepastian
ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta menjaga
produktivitas pertanian sepanjang musim tanam.
Kelian Subak Patemon Kajanan, I Ketut Sujana,
menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian
atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, pembangunan RJIT merupakan
kebutuhan yang sangat mendesak bagi petani di Subak Patemon Kajanan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian
Pertanian atas bantuan RJIT yang diberikan kepada Subak Patemon Kajanan.
Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani karena selama ini kami menghadapi
masalah kehilangan air akibat saluran irigasi yang belum permanen. Ketika musim
kemarau panjang dan fenomena El Niño terjadi, banyak petani mengalami kesulitan
mendapatkan air. Dengan adanya perbaikan jaringan irigasi ini, kami berharap
distribusi air menjadi lebih lancar, efisien, dan mampu mendukung keberlanjutan
usaha tani di wilayah kami," ujar I Ketut Sujana.
Program RJIT tidak hanya berfungsi sebagai pembangunan
fisik semata, tetapi juga merupakan bagian dari strategi adaptasi sektor
pertanian terhadap perubahan iklim. Infrastruktur irigasi yang baik akan
meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi risiko gagal panen akibat
kekeringan, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan
nasional.
Dengan selesainya perbaikan jaringan irigasi tersier
di Subak Patemon Kajanan, diharapkan para petani dapat memperoleh manfaat yang
berkelanjutan melalui peningkatan ketersediaan air, stabilitas produksi padi,
dan peningkatan kesejahteraan petani. Keberhasilan program ini juga menjadi
contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan petani mampu menghasilkan
infrastruktur pertanian yang bermanfaat langsung bagi masyarakat serta
memperkuat ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan
iklim di masa depan.
Artikel ini dapat disesuaikan lagi menjadi format
berita koran, artikel website Dinas Pertanian, atau laporan resmi kegiatan RJIT
dengan bahasa yang lebih formal.
Daftar
Pustaka
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2024. Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Jakarta: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.
Kementerian Pertanian
Republik Indonesia. 2023. Strategi Adaptasi Perubahan Iklim pada Sektor
Pertanian. Jakarta: Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pertanian.