oleh : Ni Putu Eka Handayani,
S.P
POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada
Padi merupakan komoditas pangan utama yang
memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk
memperoleh hasil panen yang optimal, tanaman padi harus terlindungi dari
berbagai gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), salah satunya adalah
penyakit yang disebabkan oleh jamur yang dikenal masyarakat sebagai Penyakit
Gosong Palsu atau false smut atau jamur estilago. Penyakit ini disebabkan oleh
jamur Ustilaginoidea virens yang menyerang bulir padi pada fase
generatif sehingga dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil panen.
Mengenal
Penyakit Gosong Palsu pada Padi
Jamur Ustilaginoidea
virens merupakan patogen yang menginfeksi bunga padi saat fase pembungaan.
Setelah infeksi terjadi, perkembangan jamur berlangsung di dalam bulir hingga
akhirnya membentuk gumpalan spora yang menggantikan isi gabah. Penyakit ini
sering kali tidak disadari pada awal pertumbuhan tanaman karena gejalanya baru
tampak ketika malai mulai terisi.(Yuliani, D., & Widiarta, I. N. (2016).
Gejala
Serangan
Beberapa gejala
serangan yang muncul antara lain:
·
Muncul
benjolan atau bola kecil pada bulir padi.
·
Warna
benjolan berubah dari kuning kehijauan menjadi hijau tua, lalu kehitaman saat
jamur matang.
·
Bulir
yang terserang tidak terisi gabah sehingga menjadi hampa.
·
Pada
serangan berat, jumlah bulir sehat berkurang dan kualitas hasil panen menurun.
Gejala biasanya mulai terlihat
pada fase pengisian bulir hingga menjelang panen.
Faktor
yang Memicu Serangan
Perkembangan
penyakit sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Beberapa faktor yang
meningkatkan risiko serangan meliputi:
·
Kelembapan
udara yang tinggi.
·
Curah
hujan yang sering selama fase pembungaan.
·
Suhu
sekitar 25–30°C.
·
Pemupukan
nitrogen yang berlebihan.
·
Pertanaman
yang terlalu rapat sehingga sirkulasi udara kurang baik.
Kondisi tersebut menciptakan
lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan dan penyebaran jamur.
Dampak terhadap Produksi Padi
Serangan Penyakit Gosong Palsu tidak hanya mengurangi jumlah gabah yang dapat dipanen, tetapi juga menurunkan mutu hasil panen. Bulir yang terinfeksi tidak berkembang secara normal karena digantikan oleh massa spora jamur. Pada serangan yang berat, petani dapat mengalami penurunan hasil panen serta penurunan nilai jual gabah akibat kualitas yang lebih rendah.
Cara Pencegahan dan Pengendalian
Pengendalian
penyakit ini sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan beberapa
metode, yaitu:
1. Menggunakan benih yang sehat atau berlabel
2. Memberikan pupuk secara berimbang, terutama
menghindari penggunaan nitrogen secara berlebihan. Tanaman
yang mendapat nitrogen berlebih cenderung memiliki jaringan yang lebih lunak
dan dapat memperpanjang fase pembungaan, sehingga peluang infeksi oleh jamur
meningkat.
3. Mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara lebih baik
dan kelembapan di sekitar tanaman berkurang.
4. Memantau pertanaman secara rutin, terutama menjelang
fase pembungaan.
5. Menggunakan fungisida berbahan aktif propikonazol,
tebukonazol, difenokonazol,
dan azoksistrobin
yang direkomendasikan apabila
tingkat serangan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, sesuai dosis dan
waktu aplikasi yang dianjurkan.
Daftar
Pustaka
Yuliani, D., & Widiarta, I. N. (2016).
Penyakit gosong palsu (Ustilaginoidea virens) pada tanaman padi dan
faktor yang memengaruhi perkembangannya.