(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Waspada Penyakit Gosong Palsu pada Padi: Ancaman Tersembunyi di Balik Bulir Padi

Admin distankan | 15 Juli 2026 | 121 kali

oleh : Ni Putu Eka Handayani, S.P

POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada

Padi merupakan komoditas pangan utama yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk memperoleh hasil panen yang optimal, tanaman padi harus terlindungi dari berbagai gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang dikenal masyarakat sebagai Penyakit Gosong Palsu atau false smut atau jamur estilago. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Ustilaginoidea virens yang menyerang bulir padi pada fase generatif sehingga dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil panen.

 

Mengenal Penyakit Gosong Palsu pada Padi

Jamur Ustilaginoidea virens merupakan patogen yang menginfeksi bunga padi saat fase pembungaan. Setelah infeksi terjadi, perkembangan jamur berlangsung di dalam bulir hingga akhirnya membentuk gumpalan spora yang menggantikan isi gabah. Penyakit ini sering kali tidak disadari pada awal pertumbuhan tanaman karena gejalanya baru tampak ketika malai mulai terisi.(Yuliani, D., & Widiarta, I. N. (2016).

 

Gejala Serangan

Beberapa gejala serangan yang muncul antara lain:

·         Muncul benjolan atau bola kecil pada bulir padi.

·         Warna benjolan berubah dari kuning kehijauan menjadi hijau tua, lalu kehitaman saat jamur matang.

·         Bulir yang terserang tidak terisi gabah sehingga menjadi hampa.

·         Pada serangan berat, jumlah bulir sehat berkurang dan kualitas hasil panen menurun.

Gejala biasanya mulai terlihat pada fase pengisian bulir hingga menjelang panen.

 

Faktor yang Memicu Serangan

Perkembangan penyakit sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko serangan meliputi:

·         Kelembapan udara yang tinggi.

·         Curah hujan yang sering selama fase pembungaan.

·         Suhu sekitar 25–30°C.

·         Pemupukan nitrogen yang berlebihan.

·         Pertanaman yang terlalu rapat sehingga sirkulasi udara kurang baik.

Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan dan penyebaran jamur.

 

Dampak terhadap Produksi Padi

Serangan Penyakit Gosong Palsu tidak hanya mengurangi jumlah gabah yang dapat dipanen, tetapi juga menurunkan mutu hasil panen. Bulir yang terinfeksi tidak berkembang secara normal karena digantikan oleh massa spora jamur. Pada serangan yang berat, petani dapat mengalami penurunan hasil panen serta penurunan nilai jual gabah akibat kualitas yang lebih rendah.


Cara Pencegahan dan Pengendalian

Pengendalian penyakit ini sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan beberapa metode, yaitu:

1.    Menggunakan benih yang sehat atau berlabel

2.    Memberikan pupuk secara berimbang, terutama menghindari penggunaan nitrogen secara berlebihan. Tanaman yang mendapat nitrogen berlebih cenderung memiliki jaringan yang lebih lunak dan dapat memperpanjang fase pembungaan, sehingga peluang infeksi oleh jamur meningkat.

3.    Mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara lebih baik dan kelembapan di sekitar tanaman berkurang.

4.    Memantau pertanaman secara rutin, terutama menjelang fase pembungaan.

5.    Menggunakan fungisida berbahan aktif propikonazol, tebukonazol, difenokonazol, dan azoksistrobin yang direkomendasikan apabila tingkat serangan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, sesuai dosis dan waktu aplikasi yang dianjurkan.

 

Daftar Pustaka

Yuliani, D., & Widiarta, I. N. (2016). Penyakit gosong palsu (Ustilaginoidea virens) pada tanaman padi dan faktor yang memengaruhi perkembangannya.