Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

PERAN MIKROORGANISME UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH

Admin distankan | 24 Februari 2026 | 46 kali

Oleh:

Pande Made Giopany, S.P.

POPT-Ahli Pertama di Kecamatan Kubutambahan

Tanah sering dipahami sebagai media tempat tanaman tumbuh, padahal sesungguhnya tanah merupakan sebuah ekosistem hidup yang sangat kompleks. Di dalamnya berlangsung interaksi antara partikel mineral, bahan organik, air, udara, akar tanaman serta berbagai organisme dari ukuran makro hingga mikro. Setiap gram tanah subur dapat mengandung miliaran mikroorganisme yang berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem tersebut. Struktur tanah yang baik, dengan pori-pori yang cukup untuk sirkulasi udara dan air, menyediakan ruang hidup yang ideal bagi mikroorganisme.

Mikroorganisme adalah kelompok organisme yang memiliki ukuran mikroskopis atau berukuran kecil. Umumnya, jumlah mikrooganisme dalam tanah jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan di udara maupun di dalam air. Mikroorganisme berfungsi sebagai bagian penting dari ekosistem tanah dalam berbagai proses yang mendukung kesuburan tanah, meningkatkan kualitas tanaman, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis. Studi terbaru menunjukkan bahwa mikroorganisme dapat berfungsi sebagai alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah yang dihadapi sistem pertanian modern, seperti polusi, degradasi tanah, dan penurunan produktivitas tanaman akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Hubungan antara tanaman dan mikroorganisme di dalam tanah bersifat timbal balik. Tanaman melalui akarnya melepaskan eksudat berupa senyawa organik yang menjadi sumber makanan bagi organisme. Sebaliknya mikoorganisme membantu tanaman memperoleh unsur hara, meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi, serta memberikan perlindungan terhadap patogen. Interaksi yang dinamis ini yang menjadikan tanah sebagai sistem biologis yang terus berubah namun tetap seimbang ketika dikelola dengan baik.

Berbagai jenis mikroorganisme memiliki peran dalam penyediaan unsur hara untuk meningkatkan kesuburan tanah. Bakteri penambat nitrogen yaitu Rhizobium, Azotobacter, dan Azospirillum mampu mengubah nitrogen bebas dari atmosfer menjadi bentuk yang dapat diserap tanaman, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk nitrogen sintetis. Selain itu, terdapat bakteri dan jamur pelarut fosfat yang membantu melarutkan unsur fosfor yang sebelumnya terikat dalam mineral tanah. Fungi mikoriza membentuk hubungan simbiosis dengan akar tanaman, memperluas daerah serapan air dan hara, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan cekaman lingkungan lainnya. Keberadaan mikroorganisme ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kesuburan tanah secara alami.

Selain membantu penyediaan unsur hara, mikroorganisme tanah juga berperan sebagai dekomposer yang menguraikan sisa-sisa tanaman dan bahan organik menjadi humus. Proses dekomposisi ini tidak hanya mendaur ulang unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan sulfur, tetapi juga memperbaiki struktur tanah melalui pembentukan agregat yang stabil. Beberapa mikroorganisme bahkan menghasilkan senyawa yang dapat menekan pertumbuhan patogen tanah, sehingga berfungsi sebagai agen pengendali hayati alami.

Daftar Pustaka

George, T. S., & Wright, D. (2013). Peran Mikroorganisme dalam Meningkatkan Ketersediaan Unsur Hara Bagi Pertumbuhan Tanaman. Field Crops Research, 153, 131-141. 

Nadhifah, A. (2021). Aplikasi Bakteri Penambat Nitrogen dan Bakteri Pelarut Fosfat pada Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) Varietas Dega 1 sebagai Agen Biofertilizer. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Tahrin, M. (2010). Peranan Mikroorganisme Tanah Sebagai Penyedia Unsur Hara Bagi Tanaman dan Pengendali Hayati. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin. Makassar. 

Sumber gambar

Hartmann M & Johan S. (2023). Soil Structure and Microbiome Functions in Agroecosystems. Nature Reviews Earth & Environment