(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

PENGENDALIAN OPT TANAMANBAWANGMERAH MENGGUNAKANPESTISIDA NABATI BUMBU BALI

Admin distankan | 21 Agustus 2026 | 858 kali

Oleh : I Kade Purnawirawan Putra, S.P/ POPT Kec. Buleleng

Tanaman bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting bagi petani. Dalam proses budidayanya, bawang merah tidak terlepas dari berbagai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), baik berupa hama maupun penyakit. Serangan OPT dapat menyebabkan kerusakan pada daun, menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan kualitas umbi, bahkan menyebabkan kehilangan hasil apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah ulat bawang (Spodoptera exigua). Larva hama ini menyerang bagian daun dengan cara menggerek dan memakan jaringan daun sehingga terbentuk lubang atau daun menjadi rusak. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan tanaman melakukan fotosintesis dan pada akhirnya memengaruhi pembentukan serta perkembangan umbi.

Salah satu alternatif yang dapat digunakan membantu untuk mengendalikan OPT pada tanaman bawang merah adalah pestisida nabati Bumbu Bali. Pestisida nabati ini memanfaatkan bahan-bahan alami yang relatif mudah diperoleh, yaitu cabai, bawang merah, jahe, kunyit, dan serai. Bahan-bahan tersebut memiliki kandungan senyawa aktif dan minyak atsiri yang berpotensi memberikan efek penolak, pengganggu aktivitas, maupun penghambat makan terhadap beberapa jenis hama. Cabai mengandung capsaicin yang memberikan rasa pedas dan dapat mengganggu aktivitas hama. Bawang merah, jahe, kunyit, dan serai memiliki senyawa aromatik serta minyak atsiri yang dapat berperan dalam mengurangi ketertarikan hama terhadap tanaman. Pembuatan pestisida nabati Bumbu Bali dapat dilakukan dengan menggunakan cabai, bawang merah, jahe, kunyit, dan serai yang masih segar. Bahan-bahan tersebut dicuci terlebih dahulu, kemudian dihaluskan atau diblender secara terpisah maupun bersama-sama. Bahan yang telah halus kemudian dicampurkan dengan air dan direndam selama beberapa waktu agar senyawa aktifnya dapat terekstrak. Setelah proses ekstraksi selesai, larutan disaring menggunakan kain atau saringan halus untuk memisahkan ampas. Ekstrak yang diperoleh kemudian dapat diencerkan dengan air sebelum diaplikasikan ke tanaman. Untuk meningkatkan daya lekat larutan padapermukaan daun, dapat ditambahkan sedikit bahan perekat yang aman bagi tanaman. Pestisida nabati Bumbu Bali diaplikasikan dengan cara disemprotkan secara merata pada tanaman bawang merah, terutama bagian daun yang menjadi tempat aktivitas hama. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dan diulangi sesuai dengan kondisi serta tingkat serangan OPT di lapangan. Sebelum diaplikasikan secara luas, larutan sebaiknya diuji terlebih dahulu pada sebagian kecil tanaman untuk memastikan tidak menimbulkan gejala terbakar atau kerusakan pada daun. Penggunaan pestisida nabati perlu dilakukan secara bijaksana dan dikombinasikan dengan pemantauan OPT secara rutin. Penggunaan pestisida nabati Bumbu Bali memiliki beberapa keunggulan, antara lain bahan bakunya relatif mudah diperoleh, dapat dibuat secara sederhana, dan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Penggunaan pestisida nabati juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. Selain itu, penerapan pestisida nabati dapat mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan apabila digunakan dengan tepat dan menjadi bagian dari Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Meskipun memiliki berbagai kelebihan, pestisida nabati juga mempunyai keterbatasan. Kandungan bahan aktifnya dapat berbeda-beda tergantung jenis bahan, umur bahan, proses pembuatan, dan kondisi penyimpanan. Efek pengendaliannya juga umumnya tidak secepat dan selama pestisida kimia sintetis. Oleh karena itu, pestisida nabati perlu diaplikasikan secara tepat dan dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan. Larutan yang telah dibuat sebaiknya digunakan dalam waktu relatif singkat dan disimpan pada tempat yang sesuai untuk menjaga kualitas ekstraknya. Penggunaan pestisida nabati Bumbu Bali sebaiknya tidak dilakukan sebagai satu-satunya metode pengendalian OPT. Pengendalian akan lebih efektif apabila dipadukan dengan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), seperti menggunakan benih atau bibit yang sehat, menjaga kebersihan lahan, melakukan pemantauan tanaman secara rutin, membuang bagian tanaman yang terserang berat, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menggunakan pestisida kimia hanya apabila diperlukan dan sesuai dengan ketentuan. Dengan pendekatan tersebut, populasi OPT dapat ditekan sekaligus menjaga produktivitas tanaman bawang merah.