(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Penyakit Busuk Pucuk pada Tanaman Kelapa

Admin distankan | 25 Mei 2026 | 634 kali

Oleh :

Rafika Ardiani, S.P/ POPT Ahli Pertama BPP Kecamatan Gerokgak

Tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Kelapa dimanfaatkan sebagai bahan pangan, industri, maupun kebutuhan rumah tangga. Namun demikian, produktivitas tanaman kelapa sering mengalami penurunan akibat serangan organisme pengganggu tanaman, salah satunya penyakit busuk pucuk. Penyakit ini tergolong berbahaya karena menyerang bagian titik tumbuh tanaman sehingga dapat menyebabkan kematian pohon kelapa apabila tidak segera ditangani.

Penyakit busuk pucuk pada tanaman kelapa umumnya disebabkan oleh cendawan Phytophthora palmivora. Patogen ini berkembang dengan baik pada kondisi lingkungan yang lembap, curah hujan tinggi, dan drainase kebun yang buruk. Penyakit lebih sering muncul pada musim hujan karena kelembapan udara meningkat dan air mudah menggenang di sekitar tanaman. Selain itu, penularan penyakit dapat terjadi melalui percikan air hujan, angin, serangga, maupun sisa tanaman yang telah terinfeksi di dalam kebun.

Gejala awal penyakit busuk pucuk ditandai dengan daun muda atau janur yang tampak pucat, layu, dan mengering. Daun-daun bagian atas menjadi patah dan menggantung di sekitar pucuk tanaman. Pada serangan yang lebih parah, bagian pucuk membusuk, berwarna cokelat kehitaman, serta mengeluarkan bau busuk. Jika infeksi telah mencapai titik tumbuh, tanaman tidak dapat diselamatkan dan akhirnya mati. Pada beberapa kasus, buah kelapa juga mengalami gugur sebelum mencapai umur panen.

Penyebaran penyakit busuk pucuk dapat berlangsung dengan cepat apabila tanaman yang terserang tidak segera ditangani. Pohon yang sakit dapat menjadi sumber inokulum bagi tanaman sehat di sekitarnya. Oleh sebab itu, sanitasi kebun sangat penting dilakukan untuk meminimalkan perkembangan patogen. Kebun yang dipenuhi sampah organik, pelepah busuk, dan genangan air akan meningkatkan risiko terjadinya serangan penyakit.

Pengendalian penyakit busuk pucuk dilakukan secara terpadu melalui tindakan pencegahan dan pengendalian langsung. Upaya pencegahan meliputi penggunaan bibit sehat, perbaikan drainase kebun, menjaga kebersihan lingkungan tanaman, serta melakukan pemupukan yang seimbang agar tanaman tetap kuat terhadap serangan penyakit. Tanaman yang telah terserang berat sebaiknya ditebang dan dimusnahkan agar tidak menjadi sumber penularan bagi tanaman lain.

Selain itu, pengendalian secara kimia dapat dilakukan menggunakan fungisida berbahan aktif tembaga, benomil, atau metalaksil pada tahap awal serangan. Pengamatan rutin di lapangan juga perlu dilakukan untuk mendeteksi gejala penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Dengan penerapan teknik budidaya yang baik dan pengendalian terpadu, kerugian akibat penyakit busuk pucuk pada tanaman kelapa dapat ditekan sehingga produktivitas tanaman tetap terjaga.

Sumber :

Ayo Sebar. 2025. Teknik Pengendalian Penyakit Busuk Pucuk Kelapa.

Jasa Purba. 2018. Cara Penanggulangan Busuk Pucuk Daun Pada Kelapa Sawit (TBM). YouTube.

Kementerian Pertanian. 2019. Pengendalian Terpadu Penyakit Kelapa. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

SIMARLIN Kabupaten Pangandaran. 2024. Pengendalian OPT Busuk Pucuk (Phytophthora sp) pada Tanaman Kelapa.