Oleh : Galih Dandung Akbar Gumala, S.Pi
PENGELOLAAN KESEHATAN IKAN AHLI PERTAMA
Dari laut
Buleleng untuk meja makan masyarakat Buleleng
Buleleng bukan
hanya kabupaten dengan garis pantai yang panjang, tetapi juga daerah yang
memiliki potensi perikanan yang besar. Di tengah kekayaan sumber daya tersebut,
ada satu gerakan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan masyarakat
sekaligus perekonomian daerah: Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Gemarikan bukan sekadar ajakan untuk menjadikan ikan sebagai lauk. Gerakan ini
merupakan upaya membangun kebiasaan konsumsi pangan yang bergizi, memperkuat
kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan bagi kesehatan, sekaligus
menciptakan keterhubungan antara produksi perikanan lokal dengan kebutuhan
pangan masyarakat.
Data menunjukkan
bahwa masyarakat Buleleng sebenarnya telah memiliki tingkat konsumsi ikan yang
cukup baik. Berdasarkan data Bali Membangun: Data Statistik Sektoral
tahun 2024, Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kabupaten Buleleng pada tahun 2023
mencapai 50,67 kg/kapita/tahun. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan
rata-rata Provinsi Bali yang berada pada 47,09 kg/kapita/tahun. Angka tersebut
menjadi modal penting. Namun, capaian konsumsi ikan tidak semestinya membuat
Gemarikan berhenti. Tantangannya justru bergeser: bagaimana mempertahankan
sekaligus meningkatkan budaya makan ikan, memastikan ikan dikonsumsi secara
beragam dan bergizi, serta membuat masyarakat semakin dekat dengan produk
perikanan lokal.
Ikan merupakan
sumber protein hewani berkualitas yang juga menyediakan berbagai zat gizi
penting. Beberapa jenis ikan, khususnya ikan berlemak, mengandung asam lemak
omega-3 rantai panjang seperti EPA dan DHA yang berperan penting dalam fungsi
tubuh. Manfaat mengonsumsi ikan juga didukung oleh penelitian ilmiah. Zhao et
al. (2023) dalam penelitian berjudul “Fish consumption in multiple health
outcomes: an umbrella review of meta-analyses of observational and clinical
studies” meninjau 91 meta-analisis mengenai hubungan konsumsi ikan dengan
berbagai kondisi kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi ikan
memiliki hubungan dengan sejumlah manfaat kesehatan dan secara umum aman
dikonsumsi dalam jumlah sedang. Temuan ini semakin memperkuat pentingnya
menjadikan ikan sebagai salah satu pilihan pangan bergizi dalam pola makan
sehari-hari.
Buleleng
Tidak Hanya Gemar Makan Ikan, tetapi Juga Menghasilkan Ikan
Semangat
Gemarikan menjadi semakin penting ketika melihat potensi produksi perikanan
Kabupaten Buleleng. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
Kabupaten Buleleng tahun 2023, produksi perikanan Buleleng terdiri atas
16.566,20 ton dari penangkapan laut, 142,50 ton dari perairan umum, dan
3.567,78 ton dari kegiatan budidaya. Jika ketiganya dijumlahkan, produksi
tersebut mencapai sekitar 20.276,48 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa
Buleleng memiliki sumber daya perikanan yang besar. Dengan demikian, terdapat
peluang untuk memperkuat hubungan antara produksi ikan daerah dengan konsumsi
masyarakat. Namun, tingginya produksi ikan tidak otomatis berarti seluruh
masyarakat akan mengonsumsi ikan dalam jumlah yang sama. Harga, ketersediaan,
distribusi, kebiasaan makan, selera keluarga, dan cara pengolahan juga dapat
memengaruhi pilihan masyarakat. Karena itu, gerakan Gemarikan perlu dilakukan
tidak hanya dengan mengajak masyarakat makan ikan, tetapi juga melalui edukasi,
pengenalan berbagai jenis ikan, pengembangan variasi menu, peningkatan akses
terhadap ikan, serta pengolahan ikan yang menarik dan sesuai dengan selera
masyarakat.
Membiasakan
Makan Ikan Sejak Dini
Kebiasaan makan
terbentuk sejak usia dini. Karena itu, pengenalan ikan kepada anak-anak menjadi
salah satu bagian penting dalam membangun budaya makan ikan. Ikan dapat
diperkenalkan melalui berbagai menu yang menarik dan sesuai dengan usia anak.
Dengan cara tersebut, makan ikan tidak harus dipandang sebagai kewajiban,
tetapi dapat menjadi kebiasaan makan yang menyenangkan. Keluarga juga memiliki
peran penting. Pilihan makanan yang tersedia di rumah akan memengaruhi
kebiasaan makan anggota keluarga. Semakin sering ikan hadir dalam menu keluarga
dengan variasi pengolahan yang beragam, semakin besar peluang ikan menjadi bagian
dari kebiasaan makan sehari-hari.
Produksi
perikanan yang besar perlu didukung oleh pasar dan konsumen yang kuat.
Sebaliknya, masyarakat yang gemar makan ikan membutuhkan ketersediaan ikan yang
cukup, aman, bermutu, dan terjangkau. Di sinilah Gemarikan memiliki arti yang
lebih luas. Gerakan ini bukan hanya tentang menambah ikan dalam menu makanan,
tetapi juga tentang membangun kebiasaan makan yang baik, meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap pangan bergizi, serta mendukung masyarakat yang bekerja di
sektor perikanan. Gemarikan pada akhirnya bukan tentang seberapa banyak ikan
yang dibagikan dalam sebuah kegiatan. Keberhasilan yang lebih penting adalah
ketika masyarakat mulai memilih dan mengonsumsi ikan sebagai bagian dari
makanan sehari-hari.
Tidak perlu
menunggu acara Gemarikan untuk makan ikan.
Referensi
Ilmiah