(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

BUKAN SEKADAR LAUK: GEMARIKAN BULELENG, GERAKAN BESAR MENUJU MASYARAKAT SEHAT DAN EKONOMI PESISIR YANG KUAT

Admin distankan | 27 Agustus 2026 | 466 kali

Oleh : Galih Dandung Akbar Gumala, S.Pi

PENGELOLAAN KESEHATAN IKAN AHLI PERTAMA


Dari laut Buleleng untuk meja makan masyarakat Buleleng

Buleleng bukan hanya kabupaten dengan garis pantai yang panjang, tetapi juga daerah yang memiliki potensi perikanan yang besar. Di tengah kekayaan sumber daya tersebut, ada satu gerakan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan masyarakat sekaligus perekonomian daerah: Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Gemarikan bukan sekadar ajakan untuk menjadikan ikan sebagai lauk. Gerakan ini merupakan upaya membangun kebiasaan konsumsi pangan yang bergizi, memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan bagi kesehatan, sekaligus menciptakan keterhubungan antara produksi perikanan lokal dengan kebutuhan pangan masyarakat.

Data menunjukkan bahwa masyarakat Buleleng sebenarnya telah memiliki tingkat konsumsi ikan yang cukup baik. Berdasarkan data Bali Membangun: Data Statistik Sektoral tahun 2024, Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kabupaten Buleleng pada tahun 2023 mencapai 50,67 kg/kapita/tahun. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Bali yang berada pada 47,09 kg/kapita/tahun. Angka tersebut menjadi modal penting. Namun, capaian konsumsi ikan tidak semestinya membuat Gemarikan berhenti. Tantangannya justru bergeser: bagaimana mempertahankan sekaligus meningkatkan budaya makan ikan, memastikan ikan dikonsumsi secara beragam dan bergizi, serta membuat masyarakat semakin dekat dengan produk perikanan lokal.

Ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas yang juga menyediakan berbagai zat gizi penting. Beberapa jenis ikan, khususnya ikan berlemak, mengandung asam lemak omega-3 rantai panjang seperti EPA dan DHA yang berperan penting dalam fungsi tubuh. Manfaat mengonsumsi ikan juga didukung oleh penelitian ilmiah. Zhao et al. (2023) dalam penelitian berjudul “Fish consumption in multiple health outcomes: an umbrella review of meta-analyses of observational and clinical studies” meninjau 91 meta-analisis mengenai hubungan konsumsi ikan dengan berbagai kondisi kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi ikan memiliki hubungan dengan sejumlah manfaat kesehatan dan secara umum aman dikonsumsi dalam jumlah sedang. Temuan ini semakin memperkuat pentingnya menjadikan ikan sebagai salah satu pilihan pangan bergizi dalam pola makan sehari-hari.

Buleleng Tidak Hanya Gemar Makan Ikan, tetapi Juga Menghasilkan Ikan

Semangat Gemarikan menjadi semakin penting ketika melihat potensi produksi perikanan Kabupaten Buleleng. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng tahun 2023, produksi perikanan Buleleng terdiri atas 16.566,20 ton dari penangkapan laut, 142,50 ton dari perairan umum, dan 3.567,78 ton dari kegiatan budidaya. Jika ketiganya dijumlahkan, produksi tersebut mencapai sekitar 20.276,48 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa Buleleng memiliki sumber daya perikanan yang besar. Dengan demikian, terdapat peluang untuk memperkuat hubungan antara produksi ikan daerah dengan konsumsi masyarakat. Namun, tingginya produksi ikan tidak otomatis berarti seluruh masyarakat akan mengonsumsi ikan dalam jumlah yang sama. Harga, ketersediaan, distribusi, kebiasaan makan, selera keluarga, dan cara pengolahan juga dapat memengaruhi pilihan masyarakat. Karena itu, gerakan Gemarikan perlu dilakukan tidak hanya dengan mengajak masyarakat makan ikan, tetapi juga melalui edukasi, pengenalan berbagai jenis ikan, pengembangan variasi menu, peningkatan akses terhadap ikan, serta pengolahan ikan yang menarik dan sesuai dengan selera masyarakat.

Membiasakan Makan Ikan Sejak Dini

Kebiasaan makan terbentuk sejak usia dini. Karena itu, pengenalan ikan kepada anak-anak menjadi salah satu bagian penting dalam membangun budaya makan ikan. Ikan dapat diperkenalkan melalui berbagai menu yang menarik dan sesuai dengan usia anak. Dengan cara tersebut, makan ikan tidak harus dipandang sebagai kewajiban, tetapi dapat menjadi kebiasaan makan yang menyenangkan. Keluarga juga memiliki peran penting. Pilihan makanan yang tersedia di rumah akan memengaruhi kebiasaan makan anggota keluarga. Semakin sering ikan hadir dalam menu keluarga dengan variasi pengolahan yang beragam, semakin besar peluang ikan menjadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari.

Produksi perikanan yang besar perlu didukung oleh pasar dan konsumen yang kuat. Sebaliknya, masyarakat yang gemar makan ikan membutuhkan ketersediaan ikan yang cukup, aman, bermutu, dan terjangkau. Di sinilah Gemarikan memiliki arti yang lebih luas. Gerakan ini bukan hanya tentang menambah ikan dalam menu makanan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan makan yang baik, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi, serta mendukung masyarakat yang bekerja di sektor perikanan. Gemarikan pada akhirnya bukan tentang seberapa banyak ikan yang dibagikan dalam sebuah kegiatan. Keberhasilan yang lebih penting adalah ketika masyarakat mulai memilih dan mengonsumsi ikan sebagai bagian dari makanan sehari-hari.

Tidak perlu menunggu acara Gemarikan untuk makan ikan.

Referensi Ilmiah

  1. Zhao, H., Wang, M., Peng, X., et al. (2023). Fish consumption in multiple health outcomes: an umbrella review of meta-analyses of observational and clinical studies. Annals of Translational Medicine, 11(3), 152.
  2. Giosuè, A., Calabrese, I., Lupoli, R., Riccardi, G., Vaccaro, O., & Vitale, M. (2022). Relations between the Consumption of Fatty or Lean Fish and Risk of Cardiovascular Disease and All-Cause Mortality: A Systematic Review and Meta-Analysis. Advances in Nutrition, 13(5), 1554–1565.
  3. O'Connor, L. E., Spill, M. K., Saha, S., Balalian, A., Davis, J. S., & MacFarlane, A. J. (2025). Seafood and Neurocognitive Development in Children: A Systematic Review. Advances in Nutrition, 16(4), 100391.