Oleh :
Ni Putu Eka Handayani,
S.P
Tanaman stroberi yang tiba-tiba
layu, pertumbuhannya lambat, bahkan mati sering membuat petani bingung apa
penyebabnya. Banyak orang mengira karena kekurangan air atau penyakit jamur.
Padahal, bisa jadi akar stroberi sedang diserang uret.yang merupakan larva yang
hidup di dalam tanah dan memakan akar tanaman. Hama ini sangat berbahaya karena
menyerang bagian akar yang tidak terlihat, sehingga kerusakannya sering
terlambat disadari.
Apa
Itu Uret?
Uret merupakan larva kumbang
berwarna putih kekuningan dengan tubuh melengkung seperti huruf “C”. Kepalanya
berwarna cokelat dan memiliki rahang kuat untuk menggigit akar tanaman. Hama
ini biasanya hidup di tanah yang lembap, kaya bahan organik dan sangat
menyukai akar muda karena teksturnya lunak dan kaya nutrisi. Selain menyerang stroberi, uret juga dapat merusak
tanaman sayuran, jagung, kentang, dan rumput.
Kenapa
Uret Berbahaya untuk Stroberi?
Akar stroberi tergolong halus dan dangkal, sehingga mudah rusak saat diserang uret. Ketika akar dimakan, tanaman tidak mampu menyerap air dan nutrisi dengan baik. Yang membuat uret berbahaya adalah serangannya sulit terlihat dari permukaan tanah.
Gejala
Serangan Uret pada Stroberi
Serangan
uret sering kali terlambat disadari karena terjadi di dalam tanah. Berikut
beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
1. Tanaman
mendadak layu
Ini gejala paling sering terjadi. Daun terlihat layu dan
menggantung meski tanah mendapatkan penyiraman yang cukup
2. Pertumbuhan
terhambat
Tanaman menjadi kerdil dan sulit menghasilkan tunas baru.
3. Daun
menguning
Akar yang rusak membuat penyerapan nutrisi terganggu
sehingga daun berubah kuning dan tampak tidak segar.
4. Tanaman
mudah tercabut
Jika akar sudah habis dimakan, tanaman terasa longgar
saat disentuh dan gampang tercabut.
5. Ada
Larva Putih di tanah
Saat tanah dibongkar, biasanya terlihat larva putih
melengkung yang bergerak aktif, Kurniawan, A., & Suryanto, D. (2018).
Cara
Mengatasi Uret pada Stroberi
Jika
menemukan gejala gejala serangan hama uret. Ada beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk mengatasinya, antara lain
1. Pengendalian fisik dan mekanis
Cara paling sederhana adalah membongkar media tanah lalu mengambil uret
satu per satu. Meskipun terlihat merepotkan, cara ini cukup efektif untuk
serangan ringan.
2. Penggunaan pupuk organik
Jika populasi uret banyak, sebaiknya gunakan pupuk kompos
matang dan hindari pupuk kandang mentah.
3. Gunakan
pestisida nabati
Bahan alami juga bisa
membantu mengurangi uret, Siramkan ke area akar secara rutin.
menggunakan bahan
bahan seperti air bawang putih,, ekstrak daun mimba danlarutan tembakau.
4. Penggunaan agens hayati
Penggunaan jamur
entomopatogen seperti Metarhizium anisopliae,
Suryadi, Y., & Widodo (2016).
5. Kurangi
kelembapan berlebihan
Uret menyukai tanah yang terlalu lembap. Pastikan
drainase media tanam baik agar air tidak menggenang.
6. Alternatif terakhir gunakan insektisida
kimia
Untuk serangan berat, insektisida khusus hama tanah
berbahan aktif klorpirifos, fipronil, karbofuran, imidakloprid, tiametoksam dan
diazinon dapat digunakan sesuai dosis anjuran.
Cara Mencegah Uret Datang Lagi
Mencegah tentu lebih mudah daripada mengobati. Berikut
beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
·
rutin
menggemburkan tanah,
·
membersihkan
gulma,
·
tidak
menggunakan media tanam sembarangan,
·
memeriksa
akar secara berkala,
·
menjaga
kebersihan area tanam.
Daftar
Pustaka
Kurniawan, A., & Suryanto, D. (2018).
“Identifikasi dan Intensitas Serangan Uret pada Tanaman Stroberi di Dataran
Tinggi.” Jurnal Hortikultura Tropika, 5(2), 101–108.
Suryadi, Y., & Widodo. (2016). “Pengendalian Larva Uret (Coleoptera: Scarabaeidae) pada Budidaya Stroberi Menggunakan Agen Hayati.” Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 20(1), 33–40.