Oleh: Shierly P. V. Nainggolan,
SP. / POPT Ahli Pertama
pada Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Gerokgak
Wereng batang cokelat
merupakan hama utama padi di Indonesia. Hama ini merusak padi secara langsung
dengan menghisap cairan dari batang hingga tanaman kering dan mati. Secara
tidak langsung wereng cokelat menjadi vektor bagi penyebaran penyakit kerdil
rumput dan kerdil hampa yang disebabkan oleh virus. WBC dapat menyerang tanaman
padi pada semua fase pertumbuhan, mulai dari pembibitan sampai menjelang panen.
Serangan yang berat dapat menyebabkan puso (hopperburn) dan menggagalkan
panen.
Varietas padi
yang tahan telah terbukti sangat efektif untuk mengendalikan wereng batang
coklat, tetapi stabilitas varietas tahan ini dapat patah karena evolusi biotipe
wereng coklat yang produktif. Pola perkembangan hama mengikuti biological
clock, artinya wereng batang coklat dapat berkembangbiak dan merusak
tanaman padi pada lingkungan yang cocok, baik pada musim hujan maupun musim
kemarau. Sebelum tahun 1994 wereng batang coklat merupakan serangga pada musim
hujan, tetapi setelah tahun 1994 merupakan serangga yang menyerang tanaman padi
pada musim hujan dan musim kemarau, apabila hujan berlanjut ke musim kemarau
atau adanya iklim La Nina.
Ledakan wereng
coklat pada areal yang luas selalu didahului oleh perubahan biotipe karena
adaptasi yang berkepanjangan. Biasanya perubahan biotipe itu dicirikan oleh
patahnya gen ketahanan varietas yang sebelumnya tahan menjadi rentan terhadap
wereng coklat. Biotipe didefinisikan sebagai suatu populasi atau individu yang
dibedakan dari populasi atau individu lain, bukan karena sifat morfologi,
tetapi didasarkan pada kemampuan adaptasi, perkembangan pada tanaman inang
tertentu, daya tarik untuk makan, dan meletakkan telur.
Para peneliti
mengelompokkan wereng batang cokelat dalam beberapa biotipe berdasarkan
virulensi pada varietas-varietas padi pembeda atau biasa disebut dengan differential
varieties. Biotipe 1 adalah populasi wereng cokelat yang hanya dapat hidup
pada varietas padi yang tidak mempunyai ketahanan terhadap wereng cokelat. Biotipe
1 dikenal sebagai tipe awal yang relatif mudah dikendalikan oleh varietas
dengan gen ketahanan generasi pertama. Namun, apabila varietas tahan ditanam
secara luas dan terus menerus, tekanan seleksi mendorong munculnya biotipe 2
yang mampu mengatasi gen tersebut. Biotipe
2 dapat hidup pada varietas padi yang tidak mempunyai ketahanan terhadap wereng
cokelat, dan juga pada varietas padi yang mempunyai gen tahan Bph1. Biotipe 3
dapat hidup pada varietas yang tidak mempunyai ketahanan terhadap wereng
cokelat, dan pada varietas padi yang mempunyai gen tahan bph2, dan biotipe 4
dapat hidup dan menyerang varietas padi yang tidak mempunyai gen tahan, dan
yang mempunyai gen tahan Bph1, bph2, dan Bph3.
Untuk menghambat
timbulnya biotipe baru wereng batang coklat disarankan perlunya pergiliran
varietas, mosaik varietas, dan menghindari menanam varietas dengan genotipe
yang lebih tinggi dari biotipe yang ada di lapangan untuk menunda seleksi
terarah. Penanaman padi varietas unggul tahan wereng (VUTW) merupakan salah
satu upaya penanganan WBC yang ter bukti sangat bermanfaat karena penera pannya
yang relatif mudah dan murah, juga ramah lingkungan. Namun demikian, VUTW dapat
patah ketahanannya hanya dalam 3-4 musim karena munculnya biotipe baru. Jika
suatu varietas tahan ditanam secara terus menerus pada suatu area akan menye
babkan perubahan biotipe, maka dian jurkan dilakukannya pergiliran atau per
gantian varietas. Dengan demikian, pemahaman tentang biotipe sangat penting untuk mengelola hama wereng
batang coklat secara efektif dan menjaga ketahanan varietas padi terhadap serangan hama
tersebut.
Daftar Pustaka
Baehaki,
2012. Perkembangan Biotipe Hama Wereng Coklat pada Tanaman Padi. IPTEK Tanaman
Pangan 7(1):8-17.
Chaerani,
Fatimah, D. Damayanti, A. Dadang, Sutrisno dan Bahagiawati. 2017. Seleksi
Biotipe Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stall). Balai Besar Penelitian
dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor. Diakses
pada laman https://repository.pertanian.go.id/items/d87c1940-fe7c-4d8f-a5c6-bfee315df42d/full
Hartaman, M. dan H. Sudarsono. 2018. Determinasi Biotipe Wereng Coklat (Nilaparvata lugens Stall) dari Beberapa Lahan Sawah di Provinsi Lampung. Diakses pada laman http://repository.lppm.unila.ac.id/9234/1/Full_Paper-FKPTPI_2018_HAMIM_SUDARSONO