(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

MENGENAL BIOTIPE PADA HAMA WERENG BATANG COKLAT PADA TANAMAN PADI

Admin distankan | 01 Maret 2026 | 69 kali

Oleh: Shierly P. V. Nainggolan, SP. / POPT Ahli Pertama

pada Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Gerokgak


Wereng batang cokelat merupakan hama utama padi di Indonesia. Hama ini merusak padi secara langsung dengan menghisap cairan dari batang hingga tanaman kering dan mati. Secara tidak langsung wereng cokelat menjadi vektor bagi penyebaran penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa yang disebabkan oleh virus. WBC dapat menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, mulai dari pembibitan sampai menjelang panen. Serangan yang berat dapat menyebabkan puso (hopperburn) dan menggagalkan panen.

Varietas padi yang tahan telah terbukti sangat efektif untuk mengendalikan wereng batang coklat, tetapi stabilitas varietas tahan ini dapat patah karena evolusi biotipe wereng coklat yang produktif. Pola perkembangan hama mengikuti biological clock, artinya wereng batang coklat dapat berkembangbiak dan merusak tanaman padi pada lingkungan yang cocok, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Sebelum tahun 1994 wereng batang coklat merupakan serangga pada musim hujan, tetapi setelah tahun 1994 merupakan serangga yang menyerang tanaman padi pada musim hujan dan musim kemarau, apabila hujan berlanjut ke musim kemarau atau adanya iklim La Nina.

Ledakan wereng coklat pada areal yang luas selalu didahului oleh perubahan biotipe karena adaptasi yang berkepanjangan. Biasanya perubahan biotipe itu dicirikan oleh patahnya gen ketahanan varietas yang sebelumnya tahan menjadi rentan terhadap wereng coklat. Biotipe didefinisikan sebagai suatu populasi atau individu yang dibedakan dari populasi atau individu lain, bukan karena sifat morfologi, tetapi didasarkan pada kemampuan adaptasi, perkembangan pada tanaman inang tertentu, daya tarik untuk makan, dan meletakkan telur.

Para peneliti mengelompokkan wereng batang cokelat dalam beberapa biotipe berdasarkan virulensi pada varietas-varietas padi pembeda atau biasa disebut dengan differential varieties. Biotipe 1 adalah populasi wereng cokelat yang hanya dapat hidup pada varietas padi yang tidak mempunyai ketahanan terhadap wereng cokelat. Biotipe 1 dikenal sebagai tipe awal yang relatif mudah dikendalikan oleh varietas dengan gen ketahanan generasi pertama. Namun, apabila varietas tahan ditanam secara luas dan terus menerus, tekanan seleksi mendorong munculnya biotipe 2 yang mampu mengatasi gen tersebut.  Biotipe 2 dapat hidup pada varietas padi yang tidak mempunyai ketahanan terhadap wereng cokelat, dan juga pada varietas padi yang mempunyai gen tahan Bph1. Biotipe 3 dapat hidup pada varietas yang tidak mempunyai ketahanan terhadap wereng cokelat, dan pada varietas padi yang mempunyai gen tahan bph2, dan biotipe 4 dapat hidup dan menyerang varietas padi yang tidak mempunyai gen tahan, dan yang mempunyai gen tahan Bph1, bph2, dan Bph3.

Untuk menghambat timbulnya biotipe baru wereng batang coklat disarankan perlunya pergiliran varietas, mosaik varietas, dan menghindari menanam varietas dengan genotipe yang lebih tinggi dari biotipe yang ada di lapangan untuk menunda seleksi terarah. Penanaman padi varietas unggul tahan wereng (VUTW) merupakan salah satu upaya penanganan WBC yang ter bukti sangat bermanfaat karena penera pannya yang relatif mudah dan murah, juga ramah lingkungan. Namun demikian, VUTW dapat patah ketahanannya hanya dalam 3-4 musim karena munculnya biotipe baru. Jika suatu varietas tahan ditanam secara terus menerus pada suatu area akan menye babkan perubahan biotipe, maka dian jurkan dilakukannya pergiliran atau per gantian varietas. Dengan demikian, pemahaman tentang biotipe sangat penting untuk mengelola hama wereng batang coklat secara efektif dan menjaga ketahanan varietas padi terhadap serangan hama tersebut.

 

Daftar Pustaka

Baehaki, 2012. Perkembangan Biotipe Hama Wereng Coklat pada Tanaman Padi. IPTEK Tanaman Pangan 7(1):8-17.

Chaerani, Fatimah, D. Damayanti, A. Dadang, Sutrisno dan Bahagiawati. 2017. Seleksi Biotipe Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stall). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor. Diakses pada laman https://repository.pertanian.go.id/items/d87c1940-fe7c-4d8f-a5c6-bfee315df42d/full

Hartaman, M. dan H. Sudarsono. 2018. Determinasi Biotipe Wereng Coklat (Nilaparvata lugens Stall) dari Beberapa Lahan Sawah di Provinsi Lampung. Diakses pada laman http://repository.lppm.unila.ac.id/9234/1/Full_Paper-FKPTPI_2018_HAMIM_SUDARSONO