(Studi
Kasus Subak Banjar Tengah Desa Tukadmungga)
oleh : I Kade Purnawirawan Putra, S.P/POPT kec. Buleleng
Kekeringan merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas tanaman padi, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan air irigasi semakin terbatas. Kondisi kekurangan air yang berlangsung pada fase-fase kritis pertumbuhan padi dapat menyebabkan tanaman mengalami pertumbuhan tidak optimal, pembentukan anakan berkurang, pengisian gabah terganggu, hingga berpotensi menyebabkan penurunan hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang tepat agar lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air meskipun terjadi keterbatasan sumber air permukaan.Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan sumur pompa sebagai sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan pengairan tanaman padi. Sumur pompa memanfaatkan sumber air bawah tanah yang kemudian dialirkan ke lahan melalui pompa dan jaringan distribusi. Teknologi ini dapat menjadi solusi terutama pada wilayah persawahan yang mengalami kekurangan pasokan air dari saluran irigasi atau sumber air permukaan selama musim kemarau.
Pemanfaatan
sumur pompa tidak hanya sekadar menyediakan air, tetapi juga merupakan bagian
dari strategi pengelolaan air secara lebih terencana. Air yang tersedia dapat
dialirkan ke petakan sawah sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Dengan
pengaturan pemberian air yang tepat, petani dapat menjaga kelembapan tanah
sehingga tanaman tidak mengalami cekaman kekeringan yang berkepanjangan. Dalam
penerapannya, pengoperasian sumur pompa perlu dilakukan secara efektif dan
efisien. Air sebaiknya diprioritaskan pada fase pertumbuhan tanaman yang
membutuhkan air dalam jumlah relatif tinggi, seperti fase awal pertumbuhan,
pembentukan anakan, pembentukan malai, pembungaan, dan pengisian gabah.
Pemberian air tidak harus dilakukan secara berlebihan atau terus-menerus
menggenangi sawah. Pengairan dapat disesuaikan dengan kondisi tanah dan
kebutuhan tanaman sehingga penggunaan air menjadi lebih hemat.
Penggunaan sumur pompa juga perlu diikuti dengan pemantauan kondisi tanaman dan sumber air. Petugas pertanian bersama kelompok tani dapat melakukan pengamatan secara berkala terhadap tingkat kekeringan lahan, kondisi pertumbuhan tanaman, ketersediaan air, serta potensi serangan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat meningkat ketika tanaman mengalami stres kekeringan. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar dalam menentukan waktu dan volume pengairan berikutnya.
Namun demikian, pemanfaatan air tanah melalui sumur pompa harus dilakukan secara bijaksana. Pengambilan air perlu disesuaikan dengan potensi dan ketersediaan sumber air setempat serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Pengoperasian pompa secara berlebihan tanpa perencanaan dapat meningkatkan biaya operasional dan berpotensi mengurangi ketersediaan air tanah. Oleh sebab itu, diperlukan pengaturan jadwal pemompaan, pemeliharaan sarana, serta pengelolaan bersama oleh kelompok tani atau kelembagaan subak.
Dalam konteks mitigasi kekeringan di wilayah persawahan, sumur pompa dapat menjadi salah satu bentuk adaptasi pertanian terhadap perubahan kondisi iklim. Kehadiran sumber air alternatif memberikan kesempatan bagi petani untuk mempertahankan pertanaman padi, mengurangi risiko puso, dan menjaga kesinambungan produksi pangan pada musim kemarau. Teknologi tersebut akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila didukung oleh koordinasi antara petani, kelompok tani, pengurus subak, penyuluh pertanian, petugas POPT, serta instansi terkait
Pada akhirnya, mitigasi kekeringan bukan hanya tentang menyediakan air ketika sawah mulai kering, tetapi tentang bagaimana air dikelola sejak awal secara tepat, hemat, dan berkelanjutan. Sumur pompa menjadi salah satu solusi penting untuk menghadapi keterbatasan air, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada pengelolaan yang terencana dan penggunaan air sesuai kebutuhan tanaman. Dengan pengelolaan air yang baik, petani dapat meningkatkan ketahanan pertanaman padi terhadap kekeringan sekaligus menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.