(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Peranan Bakteri Paenibacillus Polymixa pada Tanaman Pertanian

Admin distankan | 17 April 2026 | 180 kali

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P

POPT BPP Busungbiu

Paenibacillus polymyxa merupakan bakteri Gram-positif yang termasuk dalam kelompok plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR), yaitu mikroorganisme yang hidup di sekitar perakaran tanaman (rizosfer) dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan tanaman. Bakteri ini banyak ditemukan di tanah pertanian dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Dalam konteks pertanian berkelanjutan, P. polymyxa menjadi salah satu agen hayati yang potensial untuk meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia.

Salah satu peran utama P. polymyxa adalah sebagai pemacu pertumbuhan tanaman melalui mekanisme langsung. Bakteri ini mampu memfiksasi nitrogen atmosfer menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman, sehingga meningkatkan ketersediaan unsur hara esensial. Selain itu, P. polymyxa juga diketahui mampu melarutkan fosfat yang tidak tersedia di dalam tanah menjadi bentuk yang larut dan mudah diserap oleh akar tanaman. Produksi fitohormon seperti auksin, sitokinin, dan giberelin oleh bakteri ini juga berkontribusi dalam merangsang pertumbuhan akar dan meningkatkan perkembangan tanaman secara keseluruhan.

Selain peran langsung, P. polymyxa juga berfungsi sebagai agen pengendali hayati terhadap berbagai patogen tanaman. Bakteri ini menghasilkan senyawa antimikroba seperti antibiotik dan enzim hidrolitik yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen di rizosfer. Dengan demikian, keberadaan P. polymyxa dapat menekan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, bakteri, maupun nematoda. Mekanisme ini juga sering dikaitkan dengan kemampuan bakteri dalam menginduksi ketahanan sistemik tanaman (induced systemic resistance), sehingga tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Manfaat lain dari P. polymyxa adalah kemampuannya dalam meningkatkan kualitas tanah. Aktivitas metabolisme bakteri ini dapat memperbaiki struktur tanah melalui produksi eksopolisakarida yang membantu agregasi partikel tanah. Hal ini berdampak pada peningkatan aerasi dan kapasitas retensi air tanah, yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, keberadaan bakteri ini juga berkontribusi dalam meningkatkan keanekaragaman mikroorganisme tanah, yang pada akhirnya menciptakan ekosistem tanah yang lebih sehat dan stabil.

Selain perannya sebagai PGPR, Paenibacillus polymyxa juga memiliki berbagai kandungan metabolit sekunder yang berperan penting dalam mendukung kesehatan tanaman. Bakteri ini diketahui menghasilkan senyawa antibiotik seperti polymyxin, fusaricidin, dan paenibacillin yang bersifat antagonis terhadap patogen tanaman. Selain itu, P. polymyxa juga menghasilkan enzim-enzim hidrolitik seperti kitinase, B-1,3-glukanase, dan protease yang mampu mendegradasi dinding sel patogen, khususnya jamur.

Dengan kombinasi kandungan metabolit aktif dan mekanisme pengendalian yang kompleks, Paenibacillus polymyxa menjadi agen hayati yang sangat potensial dalam pengelolaan penyakit tanaman secara terpadu. Pemanfaatannya tidak hanya efektif dalam menekan patogen, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan kesehatan tanaman secara menyeluruh, sehingga sangat sesuai untuk diterapkan dalam sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Sumber:

 

Syiami, A.N., Suryaminarsih, P., dan Mujoko, T. 2025. Potensi Paenibacillus polymixa pada Media Molase terhadap Penyakit Layu akibat Fusarium sp. pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Plumula: Berkala Ilmiah Agroteknologi, 13 (1), 27-34. 34.https://doi.org/10.33005/plumula.v13i1.221

 

 

Ridwan, H.M., Nurdin, M., dan Ratih, S. 2015. Pengaruh Paenibacillus polymixa dan Pseudomonas fluorescens dalam Molase terhadap Keterjadian Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis L.) pada Tanaman Jagung. Jurnal Agrotek Tropika. Vol 3 No. 1. https://doi.org/10.23960/jat.v3i1.1990