Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P
POPT BPP Busungbiu
Paenibacillus polymyxa merupakan bakteri
Gram-positif yang termasuk dalam kelompok plant growth-promoting rhizobacteria
(PGPR), yaitu mikroorganisme yang hidup di sekitar perakaran tanaman (rizosfer)
dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan tanaman. Bakteri ini banyak ditemukan
di tanah pertanian dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap
berbagai kondisi lingkungan. Dalam konteks pertanian berkelanjutan, P. polymyxa
menjadi salah satu agen hayati yang potensial untuk meningkatkan produktivitas
tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia.
Salah satu peran utama P. polymyxa adalah sebagai pemacu
pertumbuhan tanaman melalui mekanisme langsung. Bakteri ini mampu memfiksasi
nitrogen atmosfer menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman, sehingga
meningkatkan ketersediaan unsur hara esensial. Selain itu, P. polymyxa juga diketahui
mampu melarutkan fosfat yang tidak tersedia di dalam tanah menjadi bentuk yang
larut dan mudah diserap oleh akar tanaman. Produksi fitohormon seperti auksin,
sitokinin, dan giberelin oleh bakteri ini juga berkontribusi dalam merangsang
pertumbuhan akar dan meningkatkan perkembangan tanaman secara keseluruhan.
Selain peran langsung, P. polymyxa juga berfungsi sebagai
agen pengendali hayati terhadap berbagai patogen tanaman. Bakteri ini
menghasilkan senyawa antimikroba seperti antibiotik dan enzim hidrolitik yang
mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen di rizosfer. Dengan
demikian, keberadaan P. polymyxa dapat menekan penyakit tanaman yang disebabkan
oleh jamur, bakteri, maupun nematoda. Mekanisme ini juga sering dikaitkan
dengan kemampuan bakteri dalam menginduksi ketahanan sistemik tanaman (induced
systemic resistance), sehingga tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan
penyakit.
Manfaat lain dari P. polymyxa adalah kemampuannya dalam
meningkatkan kualitas tanah. Aktivitas metabolisme bakteri ini dapat
memperbaiki struktur tanah melalui produksi eksopolisakarida yang membantu
agregasi partikel tanah. Hal ini berdampak pada peningkatan aerasi dan
kapasitas retensi air tanah, yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan
tanaman. Selain itu, keberadaan bakteri ini juga berkontribusi dalam
meningkatkan keanekaragaman mikroorganisme tanah, yang pada akhirnya
menciptakan ekosistem tanah yang lebih sehat dan stabil.
Selain perannya sebagai PGPR, Paenibacillus polymyxa juga
memiliki berbagai kandungan metabolit sekunder yang berperan penting dalam
mendukung kesehatan tanaman. Bakteri ini diketahui menghasilkan senyawa
antibiotik seperti polymyxin, fusaricidin, dan paenibacillin yang bersifat
antagonis terhadap patogen tanaman. Selain itu, P. polymyxa juga menghasilkan
enzim-enzim hidrolitik seperti kitinase, B-1,3-glukanase, dan protease yang
mampu mendegradasi dinding sel patogen, khususnya jamur.
Dengan kombinasi kandungan metabolit aktif dan mekanisme pengendalian yang kompleks, Paenibacillus polymyxa menjadi agen hayati yang sangat potensial dalam pengelolaan penyakit tanaman secara terpadu. Pemanfaatannya tidak hanya efektif dalam menekan patogen, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan kesehatan tanaman secara menyeluruh, sehingga sangat sesuai untuk diterapkan dalam sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sumber:
Syiami,
A.N., Suryaminarsih, P., dan Mujoko, T. 2025. Potensi Paenibacillus polymixa
pada Media Molase terhadap Penyakit Layu akibat Fusarium sp. pada
Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Plumula: Berkala Ilmiah
Agroteknologi, 13 (1), 27-34. 34.https://doi.org/10.33005/plumula.v13i1.221
Ridwan,
H.M., Nurdin, M., dan Ratih, S. 2015. Pengaruh Paenibacillus polymixa
dan Pseudomonas fluorescens dalam Molase terhadap Keterjadian Penyakit
Bulai (Peronosclerospora maydis L.) pada Tanaman Jagung. Jurnal Agrotek
Tropika. Vol 3 No. 1. https://doi.org/10.23960/jat.v3i1.1990