Oleh Vani Silvana, S.P
POPT Ahli Pertama pada
Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng
Budidaya padi
salibu merupakan salah satu inovasi dalam dunia pertanian yang menawarkan
efisiensi dan peningkatan hasil panen. Metode ini memanfaatkan sisa batang padi
setelah panen utama untuk ditumbuhkan kembali, sehingga petani tidak perlu
melakukan penanaman ulang dari awal.
Setelah
panen pertama dilakukan, batang padi tidak dicabut, melainkan dipotong dengan
ketinggian tertentu, biasanya sekitar 20 hingga 30 sentimeter dari permukaan
tanah. Dari sisa batang inilah nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru yang
berpotensi menghasilkan bulir padi kembali.
Langkah
berikutnya adalah memberikan pemupukan yang tepat untuk merangsang pertumbuhan
tunas. Pupuk seperti urea dan NPK sering digunakan, ditambah pupuk organik
untuk menjaga kesuburan tanah. Selain itu, pengairan harus dijaga agar lahan
tetap lembap namun tidak tergenang berlebihan.
Dalam
beberapa hari, tunas baru mulai bermunculan. Pada tahap ini, petani perlu
melakukan perawatan intensif, seperti membersihkan gulma, mengendalikan hama,
serta memberikan pupuk tambahan sesuai kebutuhan tanaman.
Keunggulan
dari sistem padi salibu adalah waktu panennya yang lebih singkat dibandingkan
penanaman ulang. Dalam waktu sekitar dua bulan setelah panen pertama, padi
salibu sudah dapat dipanen kembali. Hasilnya pun cukup tinggi, bahkan bisa
mencapai hingga 80 persen dari panen utama jika dikelola dengan baik.
Namun
demikian, keberhasilan budidaya padi salibu sangat bergantung pada teknik yang
digunakan, kondisi lahan, serta ketersediaan air. Oleh karena itu, pemahaman
dan keterampilan petani menjadi kunci utama dalam penerapan metode ini.
Dengan
segala kelebihannya, budidaya padi salibu menjadi alternatif yang menjanjikan
untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi.
Metode ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung
praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Daftar Pustaka :
Marpaung, David, dkk.
2022. Strategi Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Sistem Salibu Padi.
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 16 No. 1, Juli 2022: 1-7.