(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

BUDIDAYA TANAMAN PADI SALIBU

Admin distankan | 28 April 2026 | 12 kali

Oleh Vani Silvana, S.P

POPT Ahli Pertama pada

 Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng


Budidaya padi salibu merupakan salah satu inovasi dalam dunia pertanian yang menawarkan efisiensi dan peningkatan hasil panen. Metode ini memanfaatkan sisa batang padi setelah panen utama untuk ditumbuhkan kembali, sehingga petani tidak perlu melakukan penanaman ulang dari awal.

Setelah panen pertama dilakukan, batang padi tidak dicabut, melainkan dipotong dengan ketinggian tertentu, biasanya sekitar 20 hingga 30 sentimeter dari permukaan tanah. Dari sisa batang inilah nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru yang berpotensi menghasilkan bulir padi kembali.

Langkah berikutnya adalah memberikan pemupukan yang tepat untuk merangsang pertumbuhan tunas. Pupuk seperti urea dan NPK sering digunakan, ditambah pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah. Selain itu, pengairan harus dijaga agar lahan tetap lembap namun tidak tergenang berlebihan.

Dalam beberapa hari, tunas baru mulai bermunculan. Pada tahap ini, petani perlu melakukan perawatan intensif, seperti membersihkan gulma, mengendalikan hama, serta memberikan pupuk tambahan sesuai kebutuhan tanaman.

Keunggulan dari sistem padi salibu adalah waktu panennya yang lebih singkat dibandingkan penanaman ulang. Dalam waktu sekitar dua bulan setelah panen pertama, padi salibu sudah dapat dipanen kembali. Hasilnya pun cukup tinggi, bahkan bisa mencapai hingga 80 persen dari panen utama jika dikelola dengan baik.

Namun demikian, keberhasilan budidaya padi salibu sangat bergantung pada teknik yang digunakan, kondisi lahan, serta ketersediaan air. Oleh karena itu, pemahaman dan keterampilan petani menjadi kunci utama dalam penerapan metode ini.

Dengan segala kelebihannya, budidaya padi salibu menjadi alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi. Metode ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Daftar Pustaka :

Marpaung, David, dkk. 2022. Strategi Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Sistem Salibu Padi. Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 16 No. 1, Juli 2022: 1-7.