Oleh:
Rafika Ardiani, S.P POPT Ahli Pertama/ BPP Gerokgak
Musim kemarau sering
dianggap petani sebagai waktu yang tepat untuk menanam bawang merah karena
minimnya serangan penyakit jamur. Namun di balik iyu, ada ancaman yang justru
memuncak yaitu hama thrips (Thrips tabaci). serangga kecil ini mampu
menyebabkan kerugian hingga gagal panen jika tidak dilakukan pengendalian
dengan tepat. Thrips adalah serangga bertubuh ramping (1-2 mm) berwarna kuning
pucat hingga coklat kehitaman. Populasinya meledak di musim kemarau
dikarenakan:
1st Suhu
panas dan udara kering mempercepat siklus hidupnya (dari telur menjadi dewasa
hanya10-14 hari).
2nd Tidak
adanya air hujan yang secara alami dapat mencuci dan membunuh thrips dari
permukaan daun.
3rd Musuh alami seperti jamur patogen serangga
(misalnya Beauveria bassiana) tidak berkembang biak di kelembaban
rendah.
Gejala serangan yang harus diwaspadai
Thrips memiliki tipe mulut menusuk dan
menghisap cairan sel daun dengan mulut tajamnya. Gejala khas hama thrips yaitu
:
Bercak keperakan atau putih keabu-abuan pada
permukaan daun, terutama di sisi bawah.
Daun tampak kekuningan, mengering dari ujung,
lalu mati seperti terbakar.
Pada serangan berat, daun keriting dan
pertumbuhan kerdil.
Umbi menjadi kecil dan kualitasnya rendah.
Jika populasi mencapai 5-10 thrips per daun
atau 20% daun menunjukkan gejala perak, petani harus segera bertindak. Tanpa
pengendalian, kehilangan hasil bisa mencapai 30-60% bahkan lebih. Cara mudah
memastikan adanya serangan hama thrips dengan cara kinaskan daun muda di atas
kertas putih. Jika tampak serangga kecil bergerak cepat, maka itulah thrips.
Stretegi Pengendalian di Musim Kemarau
1. Tindakan Kultur Teknis (Pencegahan)
Irigasi yang cukup - Jangan biarkan laha terlalu kering. Penggenangan
berjala (seminggu sekali) dapat menekan populasi thrips yang berada di tanah.
Mulsa jerami - Membantu menjaga kelembaban mikto di sekitar tanaman
dan menghambat thrips naik ke daun.
Tanam varietas toleran- Beberapa varietas seperti Bima Brebes atau
Tajuk relatif lebih tahan.
2. Pemnafaatan Musuh Alami
Predator : Kumbang koko (Menochilus sexmaculatus),
tungau predator (Amblyseius spp.)
Patogen : Semprotkan Beauveria bassiana
(konsentrasi 10 g/l air) pada sore hari. Jamur ini efektif di lahan yang
sedikit lembap.
Tanaman Perangkap : Jagung atau
kacang panjang di sekitar petak bawang dapat mengalihkan thrips.
3. Pestisida Nabati
Ekstrak biji mimba (Azadirachtin) - menghambat pergantian kulit dan nafsu
makan thrips
Larutan serai wangi + tembakau - bersifat repelen dan kontak. Semprotkan 3
hari sekali.
4. Pestisida Kimia
Musim kemarau sering
membuat petani panik dan menyemprot insektisida terus-menerus. Akibatnya,
thrips cepat resisten. Jika terpaksa menggunakan kimia :
1. Putar golongan insektida (misal : dari
kelompok abamektin, spinetoram, atau siantraniliprol). Jangan pakai golongan
organofosfa atau karbamat berulang kali.
2. Semprot pada pagi atau sore saat thrips aktif
di permukaan daun.
Sumber :
Ananda, S., Triwidodo, H., Anwar, R., & Sartiami, D. (2024). Penyelisikan Ledakan Hama Trips (Thrips tabaci Lind.) pada Bawang Merah di Kabupaten Brebes dan Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Repository IPB University.
Hidayati, R., Pramudia, A., & Sakinah, F. (2013). Analisis Pengaruh Faktor Cuaca Untuk Prediksi Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Bawang. Repository IPB University.
Saputra, A. A. (2024). Identifikasi Molekuler
Thrips tabaci pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) asal
Brebes (Jawa Tengah), Majalengka (Jawa Barat), dan Solok (Sumatera Barat).
Repository IPB University.