(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

SERANGAN HAMA THRIPS PADA BAWANG MERAH DI MUSIM KEMARAU : ANCAMAN DAN STRATEGI PENGENDALIAN

Admin distankan | 15 Juni 2026 | 20 kali

 

Oleh:

Rafika Ardiani, S.P POPT Ahli Pertama/ BPP Gerokgak

 

Musim kemarau sering dianggap petani sebagai waktu yang tepat untuk menanam bawang merah karena minimnya serangan penyakit jamur. Namun di balik iyu, ada ancaman yang justru memuncak yaitu hama thrips (Thrips tabaci). serangga kecil ini mampu menyebabkan kerugian hingga gagal panen jika tidak dilakukan pengendalian dengan tepat. Thrips adalah serangga bertubuh ramping (1-2 mm) berwarna kuning pucat hingga coklat kehitaman. Populasinya meledak di musim kemarau dikarenakan:

1st Suhu panas dan udara kering mempercepat siklus hidupnya (dari telur menjadi dewasa hanya10-14 hari).

2nd Tidak adanya air hujan yang secara alami dapat mencuci dan membunuh thrips dari permukaan daun.

3rd Musuh alami seperti jamur patogen serangga (misalnya Beauveria bassiana) tidak berkembang biak di kelembaban rendah.

Gejala serangan yang harus diwaspadai

Thrips memiliki tipe mulut menusuk dan menghisap cairan sel daun dengan mulut tajamnya. Gejala khas hama thrips yaitu :

Bercak keperakan atau putih keabu-abuan pada permukaan daun, terutama di sisi bawah.

Daun tampak kekuningan, mengering dari ujung, lalu mati seperti terbakar.

Pada serangan berat, daun keriting dan pertumbuhan kerdil.

Umbi menjadi kecil dan kualitasnya rendah.

Jika populasi mencapai 5-10 thrips per daun atau 20% daun menunjukkan gejala perak, petani harus segera bertindak. Tanpa pengendalian, kehilangan hasil bisa mencapai 30-60% bahkan lebih. Cara mudah memastikan adanya serangan hama thrips dengan cara kinaskan daun muda di atas kertas putih. Jika tampak serangga kecil bergerak cepat, maka itulah thrips.

Stretegi Pengendalian di Musim Kemarau

1. Tindakan Kultur Teknis (Pencegahan)

Irigasi yang cukup - Jangan biarkan laha terlalu kering. Penggenangan berjala (seminggu sekali) dapat menekan populasi thrips yang berada di tanah.

Mulsa jerami - Membantu menjaga kelembaban mikto di sekitar tanaman dan menghambat thrips naik ke daun.

Tanam varietas toleran- Beberapa varietas seperti Bima Brebes atau Tajuk relatif lebih tahan.

2. Pemnafaatan Musuh Alami

Predator   : Kumbang koko (Menochilus sexmaculatus), tungau predator (Amblyseius spp.)

Patogen    : Semprotkan Beauveria bassiana (konsentrasi 10 g/l air) pada sore hari. Jamur ini efektif di lahan yang sedikit lembap.

Tanaman Perangkap      : Jagung atau kacang panjang di sekitar petak bawang dapat mengalihkan thrips.

3. Pestisida Nabati

Ekstrak biji mimba (Azadirachtin) - menghambat pergantian kulit dan nafsu makan thrips

Larutan serai wangi + tembakau - bersifat repelen dan kontak. Semprotkan 3 hari sekali.

4. Pestisida Kimia


Musim kemarau sering membuat petani panik dan menyemprot insektisida terus-menerus. Akibatnya, thrips cepat resisten. Jika terpaksa menggunakan kimia :


1. Putar golongan insektida (misal : dari kelompok abamektin, spinetoram, atau siantraniliprol). Jangan pakai golongan organofosfa atau karbamat berulang kali.


2. Semprot pada pagi atau sore saat thrips aktif di permukaan daun.

Sumber :

Ananda, S., Triwidodo, H., Anwar, R., & Sartiami, D. (2024). Penyelisikan Ledakan Hama Trips (Thrips tabaci Lind.) pada Bawang Merah di Kabupaten Brebes dan Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Repository IPB University.

Hidayati, R., Pramudia, A., & Sakinah, F. (2013). Analisis Pengaruh Faktor Cuaca Untuk Prediksi Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Bawang. Repository IPB University.

Saputra, A. A. (2024). Identifikasi Molekuler Thrips tabaci pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) asal Brebes (Jawa Tengah), Majalengka (Jawa Barat), dan Solok (Sumatera Barat). Repository IPB University.