(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Serupa Tapi Tak Sama: Kenali Gejala Serangan Hama Putih Palsu dan Lalat Hydrellia pada Tanaman Padi

Admin distankan | 01 April 2026 | 509 kali

oleh : Ni Putu Eka Handayani, S.P/ POPT Ahli Pertama di BPP  Kecamatan Sukasada 

Dalam budidaya padi sering menemui gejala kerusakan daun yang tampak mirip memutih, kering, atau seperti terbakar. Dua penyebab yang kerap tertukar adalah hama putih palsu dan lalat Hydrellia. Sekilas gejalanya serupa, tetapi sebenarnya keduanya berbeda dari penyebabnya. 

Apa itu Hama Putih Palsu?

Hama putih palsu biasanya merujuk pada larva serangga pemakan daun yang menyebabkan tampilan daun memutih. Istilah “palsu” digunakan karena gejalanya mirip dengan serangan penyakit atau hama lain, namun penyebabnya berbeda.

a)      Gejala serangan hama putih palsu:Daun berubah putih pucat seperti terbakar dari ujung atau bagian tertentu.

b)      Kerusakan cenderung melebar dan tidak beraturan.

c)      Permukaan daun tampak terkikis, bukan bergaris.

d)     Pada serangan berat, daun bisa habis tersisa tulangnya saja.

e)      Tanaman tampak meranggas dan lemah.

 

Apa itu Lalat Hydrellia?

Lalat Hydrellia adalah hama pengorok daun (leaf miner) yang menyerang padi sejak fase awal pertumbuhan. Larvanya hidup di dalam jaringan daun.

1.      Gejala serangan lalat Hydrellia:Muncul garis putih memanjang (seperti lorong) pada daun.

2.      Garis terlihat transparan atau seperti goresan halus.

3.      Serangan lebih sering pada daun muda.

4.      Daun bisa menguning lalu mengering sebagian.

5.      Pertumbuhan tanaman bisa terhambat jika serangan berat.

 

 

Dignosa Pembeda di Lapangan

Perbedaan utama dapat dilihat dari pola kerusakan:

a)      Pola acak tanpa arah : indikasi hama putih palsu

b)      Garis sejajar tulang daun : indikasi lalat Hydrellia

c)      Kerusakan di permukaan daun : hama putih palsu

d)     Kerusakan dari dalam jaringan : lalat Hydrellia

Ketelitian dalam mengamati gejala ini sangat penting untuk menghindari kesalahan pengendalian kimia terutama penggunaan bahan aktif, (Zenita, Z., dkk. 2020)

 

Strategi Pengendalian

Kedua hama ini berpotensi menurunkan produktivitas tanaman padi, terutama jika serangan terjadi pada fase vegetatif. Kerusakan daun akan mengurangi kapasitas fotosintesis dan  menghambat pertumbuhan anakan, Pendekatan pengendalian harus mengacu pada prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

1. Monitoring dan Pengamatan Dini

1.      Lakukan pengamatan rutin minimal 1 kali per minggu

2.      Identifikasi gejala sejak fase persemaian hingga vegetatif

2. Pengendalian Kultur Teknis

1.      Pengaturan jarak tanam untuk mengurangi kelembapan

2.      Pemupukan berimbang (hindari kelebihan nitrogen)

3.      Pengelolaan air yang tepat

3. Pengendalian Hayati

a)      Pelestarian musuh alami predator seperti kumbang koksi, tomcat, laba-laba dll

4. Pengendalian Kimiawi

a.       Menggunakan insektisida selektif sesuai jenis hama seperti hama putih palsu lebih efektif menggunakan insektisida berbahan aktif fipronil, emamektin benzoate dan  flubendoamide sedanngkan lalat Hydrellia  lebih efektif menggunakan abamektin, karbofuran atau deltametrin.

b.      Rotasi bahan aktif untuk mencegah resistensi

 

Meskipun hama putih palsu dan lalat Hydrellia menunjukkan gejala daun memutih yang serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar pada pola dan mekanisme kerusakan. Pemahaman yang baik terhadap gejala spesifik di lapangan akan membantu petani dan praktisi perlindungan tanaman dalam menentukan langkah pengendalian yang tepat dan efisien.

Dengan penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu, risiko kerugian akibat serangan kedua hama ini dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

 

Daftar Pustaka

Zenita, Z., dkk. 2020. Serangga Hama pada Tanaman Padi pada Fase Vegetatif dan Generatif. Prosiding Seminar Nasional.