(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

POTENSI NUCLEOPOLYHEDROVIRUS (NPV) SEBAGAI AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN SERANGAN ULAT GRAYAK

Admin distankan | 20 Agustus 2026 | 875 kali


Oleh: Shierly P. V. Nainggolan, SP. / POPT Ahli Pertama

pada Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Banjar


Agensia hayati merupakan organisme yang digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman. Agensia hayati juga dikenal sebagai pengendali hayati atau biological control agens. Beberapa agensia hayati berupa bakteri, virus dan jamur antagonis diketahui telah mampu menekan populasi patogen di dalam tanah, berperan positif pada daerah perakaran tanaman. Pada lingkungan tanah, posisi agensia hayati sebagai penyeimbang antara tanaman dan patogen.

Nucleopolyhedrovirus (NPV) adalah virus dari keluarga Baculoviridae dan patogen serangga yang efektif sebagai agens pengendalian hama serangga. Virus ini secara khusus menginfeksi serangga, terutama larva (ulat) dari kelompok kupu-kupu dan ngengat (ordo Lepidoptera). Selain itun, NPV memiliki spesifisitas tinggi karena hanya menginfeksi inang tertentu, biasanya ulat dari famili Noctuidae atau Plutellidae. Virus ini bekerja dengan cara menginfeksi sistem pencernaan sehingga menyebabkan kematian dalam beberapa hari. Oleh karena itu, efektif sebagai insektisida hayati yang ramah lingkungan dan aman bagi manusia, hewan, serta serangga bermanfaat. Metode kerja NPV terbilang cepat; yaitu dalam 4–7 hari dapat menurunkan populasi larva serangga target lebih dari 90%. NPV juga telah teruji efektif mengendalikan ulat Hyposidra talaca (Walker) dan disebut juga HytaNPV, dengan persentase penurunan populasi hama 50–100% dalam waktu 7–11 hari. NPV memiliki beberapa keunggulan, yaitu spesifik inang, tidak merusak lingkungan, dapat mengatasi masalah resistensi hama terhadap insektisida dan kompatibel dengan komponen PHT lainnya.

NPV bekerja melalui mekanisme infeksi yang spesifik pada ulat hama. Virus ini masuk ke tubuh ulat melalui makanan yang terkontaminasi, selanjutnya menginfeksi sel-sel di saluran pencernaan. Proses ini menyebabkan kerusakan internal yang berujung pada kematian ulat dalam waktu 4-7 hari setelah aplikasi. Tahapan cara kerja NPV untuk pengendalian ulat yaitu 1). ulat memakan daun atau tanaman yang telah disemprot dengan larutan NPV, 2). partikel virus masuk ke saluran pencernaan ulat dan melepaskan materi genetik, 3). virus bereplikasi di dalam sel-sel ulat, menyebabkan infeksi sistemik, 4). ulat menjadi lemah, berhenti makan, dan akhirnya mati, 5). ulat yang mati melepaskan virus baru ke lingkungan, menginfeksi ulat lain. Mekanisme ini membuat NPV efektif untuk pengendalian ulat secara berkelanjutan. Virus dapat menyebar di populasi hama yang terinfeksi, sehingga hal ini mendukung pengelolaan hama terpadu yang lebih efisien.

NPV efektif untuk mengendalikan berbagai jenis hama ulat yang umum menyerang tanaman di Indonesia. Beberapa ulat utama yang dapat dikendalikan yaitu 1). ulat grayak (Spodoptera spp.): hama yang menyerang tanaman padi, jagung dan sayuran, dimana menyebabkan kerusakan daun parah. 2). ulat buah (Helicoverpa armigera): hama pada tanaman tomat, cabai dan kapas, dimana merusak buah dan bunga. 3). ulat daun kubis (Plutella xylostella): hama yang menyerang tanaman kubis-kubisan sehingga dapat mengurangi kualitas hasil panen. 4). ulat penggerek batang (Chilo spp.): hama pada tanaman padi dan tebu, dimana menyebabkan kerusakan internal batang. Selain itu, penting untuk diperhatikan dalam memilih strain NPV yang sesuai dengan jenis ulat sasaran.

Penggunaan NPV untuk mengendalikan serangan ulat di lapangan berpotensi sebagai pendukung pertanian berkelanjutan. Sebagai bagian dari pengendalian hayati, NPV diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada insektisida kimia yang berisiko terhadap kesehatan dan ekosistem. Dengan sifatnya yang spesifik, NPV hanya menargetkan hama sasaran tanpa mengganggu organisme lain di lahan pertanian

 

DAFTAR PUSTAKA

Centra Biotech Indonesia. 2025. Panduan Lengkap Nucleopolyhedrovirus (NPV): Solusi Hayati Pengendalian Ulat. Diakses pada laman http://www.centrabiotechindonesia.com/id/blog/nucleopolyhedrovirus-npv-untuk-pengendalian-ulat

 

Laoh J. H. dan Puspita F. 2003. Kerentanan larva Spodoptera litura F. terhadap Virus Nuklear polyhedrosis. Jurnal Natur Indonesia. 5:145–151.