(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Pentingnya Pengendalian Kultur Teknis (Sanitasi) pada Budidaya Ubi Kayu di Lahan Tadah Hujan dalam Menekan Hama dan Penyakit

Admin distankan | 23 April 2026 | 4 kali

Oleh :

I Gede Sila Adnyana, S.P.

( POPT Ahli Pertama di Kecamatan Tejakula )

Budidaya Ubi Kayu merupakan salah satu kegiatan pertanian penting yang banyak dikembangkan di berbagai daerah, terutama pada lahan tadah hujan. Tanaman ini dikenal memiliki daya adaptasi yang cukup baik, namun tetap rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Berdasarkan berbagai hasil penelitian, keberadaan hama dan penyakit dapat menurunkan produktivitas secara signifikan apabila tidak dilakukan upaya pengendalian yang tepat sejak awal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan hama dan penyakit pada ubi kayu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, varietas, serta teknik budidaya yang diterapkan. Studi yang dilakukan oleh Jayanti et al. (2022) mengungkapkan bahwa perbedaan klon ubi kayu dapat memengaruhi tingkat serangan OPT di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa selain faktor genetik tanaman, kondisi lingkungan dan pengelolaan lahan juga berperan penting dalam menentukan tingkat serangan.

Budidaya ubi kayu di lahan tadah hujan memiliki tantangan tersendiri, terutama karena ketergantungan terhadap curah hujan dan kondisi lingkungan yang tidak selalu stabil. Dalam kondisi tersebut, tanaman menjadi lebih rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Oleh karena itu, penerapan pengendalian kultur teknis, khususnya sanitasi lahan, menjadi langkah penting yang harus dilakukan petani sebagai upaya pencegahan dini terhadap serangan hama dan penyakit.

Sanitasi lingkungan dalam budidaya ubi kayu adalah kegiatan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman, gulma, serta bagian tanaman yang terserang penyakit. Sisa tanaman yang dibiarkan di lahan dapat menjadi sumber inokulum penyakit dan tempat berkembangnya hama. Pada lahan tadah hujan, kondisi lembap setelah hujan dapat mempercepat perkembangan patogen, sehingga sanitasi menjadi semakin penting untuk memutus siklus hidup OPT.

Beberapa OPT utama pada tanaman ubi kayu yang dapat ditekan melalui sanitasi antara lain hama tungau merah (Tetranychus sp.), kutu putih (Phenacoccus manihoti), serta penyakit busuk batang dan bercak daun yang disebabkan oleh jamur. Selain itu, hama tikus juga sering menjadi masalah serius, terutama pada fase awal pertumbuhan hingga pembentukan umbi. Tikus biasanya memanfaatkan tumpukan sisa tanaman atau gulma sebagai tempat berlindung dan berkembang biak. Dengan melakukan pembersihan lahan secara rutin, habitat tikus dapat dikurangi sehingga populasinya dapat ditekan.

Kegiatan sanitasi dapat dilakukan dengan cara membuang dan memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, membersihkan gulma di sekitar pertanaman, serta mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara lebih baik. Selain itu, penggunaan bahan tanam yang sehat dan bebas penyakit juga merupakan bagian dari upaya kultur teknis yang tidak kalah penting. Pada lahan tadah hujan, pengelolaan drainase sederhana juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi genangan yang dapat memicu perkembangan penyakit.

Penerapan sanitasi dalam budidaya ubi kayu di lahan tadah hujan merupakan langkah sederhana namun sangat efektif dalam menekan perkembangan hama dan penyakit. Dengan menjaga kebersihan lahan, mengurangi sumber infeksi, serta menghilangkan tempat berkembangnya hama seperti tikus, kondisi pertanaman akan lebih sehat dan pertumbuhan tanaman dapat berlangsung optimal. Oleh karena itu, kesadaran dan kedisiplinan dalam melakukan sanitasi perlu terus ditingkatkan agar hasil produksi ubi kayu tetap baik meskipun berada pada kondisi lingkungan yang terbatas.

DAFTAR PUSTAKA

Jayanti, Y. W., Efri, E., & Sudarsono, H. (2022). Pengaruh klon terhadap intensitas hama dan penyakit penting pada tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) di Lampung Tengah. Jurnal Agrotek Tropika, 10(2), 195–202.

Sajar, S., Setiawan, A., Siregar, M., & Hayati, D. (2023). Pengenalan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman ubi kayu. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(4).

Sari, R. W., Swibawa, I. G., Wibowo, L., & Utomo, S. D. (2017). Tingkat kerusakan tanaman dan populasi tungau serta kutu putih pada 23 klon ubi kayu (Manihot esculenta Crantz). Jurnal Agrotek Tropika, 7(3).