(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

UPAYA ADAPTASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TEPAT GUNA DALAM MENGHADAPI MUSIM TANAM DENGAN BIOPORI

Admin distankan | 17 April 2026 | 302 kali

Oleh: Shierly P. V. Nainggolan, SP. / POPT Ahli Pertama

pada Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Banjar


Biopori adalah lubang silindris vertikal yang dibuat ke dalam tanah, dimana terbentuk akibat dari berbagai aktifitas organisme di dalamnya, seperti perakaran tanaman, cacing, semut dan mikroorganisme membentuk jaringan saluran kecil yang membuat air lebih mudah meresap. Lubang Resapan Biopori (LRB) memiliki diameter sekitar 10–30 cm dan kedalaman hingga 100 cm. Meskipun tampak sederhana, lubang ini menyimpan kekuatan besar untuk meningkatkan daya serap air hujan, menyuburkan tanah dan mengolah sampah organik langsung dari halaman. 

Pembuatan lubang biopori merupakan teknologi yang ramah lingkungan, sederhana cara pembuatannya, murah dan tidak memerlukan lahan yang luas. Lubang Resapan Biopori (LBR) dapat mengatasi ketersediaan air tanah dengan memanfaatkan sampah organik melalui lubang kecil dalam tanah. Manfaat Lubang Resapan Biopori (LBR) untuk menampung air hujan dengan meresapkannya kembali tanah, memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan sehingga mengurangi genangan air yang selanjutnya mengurangi limpahan air hujan turun ke sungai.

Cara biopori dalam menyuburkan tanah dan tanaman yaitu : 1) menghasilkan pupuk alami (kompos) yang dihasilkan dari sampah organik sehingga tanaman di sekitar biopori akan mendapatkan nutrisi dari hasil dekomposisi sampah organik, 2) meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bekerja untuk menjaga kesuburan tanah secara alami, 3) meningkatkan porositas tanah menjadi lebih gembur dan tidak padat, sehingga akar tanaman dapat tumbuh lebih baik dan lebih dalam, 4) memperbaiki drainase alami agar air yang menggenang dapat meresap lebih cepat ke dalam tanah untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga kelembaban tanah secara alami, 5) mencegah erosi karena tanah lebih stabil dan tidak mudah terkikis.

Salah satu kekuatan utama biopori adalah kemampuannya mengubah masalah menjadi solusi dan menyulap limbah jadi berkah. Dengan biopori, sampah organik seperti sisa sayur, kulit buah, atau daun kering tak lagi berakhir di tempat sampah, melainkan berubah menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanaman di sekitar rumah. Sampah organik yang biasanya dibuang ke tempat sampah kini bisa langsung diolah di halaman rumah menjadi pupuk alami. Alih-alih membuang sisa sayur, kulit buah, atau daun kering, kita cukup memasukkannya ke dalam lubang biopori. Cukup masukkan limbah dapur ke dalam lubang biopori dan biarkan alam bekerja. Dalam hitungan minggu, sampah tersebut terurai menjadi humus yaitu pupuk kaya nutrisi tanpa biaya tambahan, tanpa bahan kimia, tanpa boros air dan praktis. Hal ini merupakan langkah konkrit menuju pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih bijak sekaligus mendukung pertanian perkotaan (urban farming).

Adapun langkah-langkah pembuatan luang biopori yaitu :

1.     Dipilih lokasi yang strategis dimana seperti area yang sering tergenang air.

2.     Digali tanah dengan kedalaman hingga 100 cm dan diameter 10–30 cm (disesuaikan dengan kondisi tanah).

3.     Dilapisi dengan pipa PVC yang sudah disesuaikan dengan ukuran lubang biopori.

4.     Diisi lubang dengan sampah organik, seperti sisa makanan, kulit buah, daun kering, atau limbah dapur lainnya.

5.     Ditutup bagian atas lubang dengan penutup sederhana (bisa pakai tutup paralon berlubang) agar tidak menjadi sarang nyamuk.

6.     Ditambahkan sampah organik secara berkala (setiap 2–3 hari) dan biarkan mikroorganisme bekerja.

 

Daftar Pustaka

Gusti Aji, T., Sutopo dan Norry E. P. 2020. Lubang Resapan Biopori untuk Meningkatkan Kapasitas Penyimpanan Air di Daerah Perakaran Jeruk Keprok (Citrus reticulata). Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. J. Hort., 30(1):41-46. Diakses pada laman http://repository.pertanian.go.id/items/23684676-3e68-45d3-9f54-49e39b288bb8.

Hendrawan, D. I., M. F. Fachrul, A. Rinanti, S. Andajani, M. R. Raivaldi, T. J. Jiwanti, I. Rahmandani, E. Gracia. 2021. Penerapan Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Konservasi Air Tanah. Community Empowerment 6(10):1872-1879. Diakses pada laman https:// www.researchgate.net/publication/357481350_The_application_of _biopore_infiltration_holes_as_groundwater_conservation_efforts

Mulyandari, R. S. H., Sunusi, M. A., Purwaningsih, Y., Hermami, A., Setiawan, A., Razak, A., Pratiwi, R. C. dan Steviano, O. 2022. Adaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Subsektor Hortikultura. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Pertanian Press. Bogor. 49 hlmn. Diakses pada laman https://epublikasi.pertanian.go.id/pertanianpress/catalog/view/49/46/363